Dam Tembesi

batampos.co.id – Sekian lama status Waduk Tembesi menggantung setelah pergantian pimpinan BP Batam. Namun sekarang sudah terjawab. Ternyata penyebabnya yakni ada persoalan terkait status aset dan legal yang masih harus dibenahi BP Batam.

“Kami sudah melakukan tender untuk water treatment plant (WTP) dan jaringan distribusi sampai ke water reservoir seperti yang sudah diinformasikan,” kata Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo, Kamis (18/4).

Sebelumnya, BP Batam memang sudah menggelar tahapan prakualifikasi dari tender pengelolaan Waduk Tembesi sejak akhir November lalu. BP juga sudah mendapatkan nama pemenangnya.


Namun, sayangnya karena terganjal soal status aset dan legal, maka lelang belum bisa dilanjutkan ke tahapan request for proposal (RFP). Sayangnya Dwi tidak menjelaskan seperti apa bentuk hambatan yang dialami BP Batam tersebut.

Hasil prakualifikasi sudah ada, tapi kami hanya belum umumkan saja,” ungkapnya.

Ia mengaku bahwa BP berhati-hati soal lelang Waduk Tembesi ini. Dalam tahapan RFP, ada draf kontrak perjanjian dari sisi legal baik dari BP dan juga dari pemenang tahapan prakualifikasi.

“Ini juga terkait status aset. Kami koordinasi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Jadi tolong bersabar, bukannya kami tak mau cepat, tapi kami tak ingin berikan barang abu-abu kepada investor, dimana tahapan untuk RFP juga belum jelas,” tegasnya.

Dwi menargetkan bahwa persoalan Waduk Tembesi ini akan selesai dalam satu bulan.

“Secara prinsip, DJKN sudah sepakat untuk soal substansial. Ini kan kerja sama pemerintah dan badan usaha, jadi perlu merasa hati-hati sekali. Jika sudah oke semuanya, maka kami bisa terbitkan dokumen lelang,” tutupnya. (leo)

Loading...