batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mengamankan R, kurir 2,1 kilogram sabu, di KFC Fanindo, Tanjunguncang, 10 April lalu. Dari keterangan R, ia mendapatkan sabu itu dari seseorang yang tidak dikenalnya.

Sabu itu, menurut R akan dibawa menuju Madura melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam. “Kasus ini sedang masih dalam pengembangan,” kata Kepala BNNP Kepri Brigjen Ricard Nainggolan, Kamis (18/4).

Ricard mengatakan penangkapan bermula dari informasi masyarakat ke petugas BNNP Kepri. Setelah informasi ini dikembangkan, petugas BNNP Kepri melakukan penintaian dibeberapa titik, yang diduga akan menjadi tempat serah terima narkoba.
“Cukup lama kami melakukan pengintaian, hingga akhirnya Rabu (10/4) ada penyerahan sabu tersebut,” ucapnya.


R mengaku baru sekali ini melakukan penyelundupan narkoba. Dan, ia diupah dengan iming-iming Rp 60juta dalam sekali pengiriman.

“Siapa yang menyuruh dan penerima, sedang kami lacak,” tuturnya.

Ricard mengatakan jajaranya sudah mengantongi beberapa nama, untuk ditelusuri penyedia dan penerima sabu yang dibawa oleh R.

Atas perbuatannya, R dikenakan pasal 114 ayat dua, pasal 112 ayat dua Jo Pasal 132 ayat satu UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain mengungkapkan penangkapan dilakukan jajaran BNNP Kepri. Ricard mengatakan pihaknya juga memusnahkan sebanyak 4.511 gram sabu dan 918 butir ekstasi, Kamis (18/4). Narkoba itu diamankan dari 6 orang tersangka dari beberapa kali pengungkapan kasus narkoba baik oleh BNNP Kepri maupun instansi lainnya.
“INi pengungkapan dari 9 Februari hingga 4 April,” ucapnya.

Ia mengatakan pemusnahan ini menggunakan alat yang bernama incinerator. Mesin ini mampu berbagai jenis narkoba dalam kurun waktu 2-3 jam. Namun, kapasitas narkoba yang dihancurkan untuk waktu tersebut hanya sebesar 10 kilogram.
“Semuanya jadi debu, lalu dibuang. Sehingga narkoba yang dimusnahkan tidak bisa digunakan lagi,” ucapnya.

Pemusnahan sabu ini, kata Ricard sudah berdasarkan ketetapan dari kejaksaan. “Kami tidak ingin berlama-lama, setiap barang bukti sudah memiliki ketetapan hukum. Segera kami musnahkan,” pungkasnya. (ska)

Loading...