foto: batampos.co.id / william seipatiratu

batampos.co.id – Ratusan jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Zebulon Batam menggelar perayaan Jumat Agung sekaligus Perjamuan Kudus mulai pukul 09.00 WIB, tadi (19/4/2019) di GPIB Zebulon Tiban 5.

Perayaan Jumat Agung ini dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat Zebulon Pendeta Septi Marlin Souhoka-Apui yang merupakan ritual memperingati hari kematian Yesus Kristus.

Firman Tuhan yang menjadi pokok perenungan dan khotbah dalam ibadah ini yakni injil Markus 15: 20b – 32 yang menceriterakan tentang penyaliban Yesus. Pendeta Septi Marlin Souhoka-Apuy dalam khotbahnya meminta seluruh jemaat untuk mau berkorban seperti Simon, orang Kirene yang sebenarnya tidak mengenal Yesus tapi ia mau memikul salib Yesus hingga ke bukit Golgota atau bukit Tengkorak saat itu.


Ia juga mengingatkan para jemaat akan penderitaan Yesus melalui jalan sengsara atau vila delarosa. Dimana Yesus diolok-olok sepanjang perjalanan ke bukit Golgota saat itu.

“Prajurit-prajurit Romawi bahkan mengundi jubah-Nya menjadi empat bagian sekaligus melambangkan bahwa hak-hak serta kemuliaan-Nya dicabut dalam hal Yesus sendiri tidak ditemukan kesalahan Nya., ” Ujar pendeta Marlin.

Pendeta Marlin juga mengajak jemaat untuk meneladani Simon orang Kirene tadi. “Jangan sampai kita malah lari pontang-panting jika disuruh untuk memikul salib, ” Ujarnya mengingatkan.

Selain itu, jemaat juga diminta agar dengan memperingati hari kematian Yesus melalui Jumat Agung kali ini dengan menyalibkan seluruh ego masing-masing. “Salib kanlah ego kita jika ingin menjadi pengikut Yesus yang setia, ” tegasnya.

Dalam ibadah Jumat Agung itu, para jemaat juga menggelar sakramen Perjamuan Kudus yakni makan roti tawar dan anggur sebagai peringatan akan darah dan tubuh Yesus Kristus yang dikorbankan di kayu salib kalau itu.

Ibadah Jumat Agung ini berlangsung penuh khidmat. Hanya orang dewasa atau yang telah sidi gereja yang diperkenankan untuk mengikuti ritual tersebut.

Prosesi perjamuan kudus ini berjalan lancar. Satu per satu jemaat diundang ke meja perjamuan berbentuk salib yang telah disediakan presbiter. Seperti biasanya, para jemaat umumnya mengenakan busana warna hitam sebagai tanda perkabungan atas wafatnya Yesus. (spt)

Loading...