batampos.co.id – Proses penghitungan hasil pemilihan umum (Pemilu) tingkat kecamatan Sekupang tidak bisa diliput oleh awak media.

GOR dinuhi anggota kepolisian serta relawan dari masing-masing pasangan calon yang setia menunggu di luar gedung.

“Meskipun hujan kami tetap kawal proses penghitungan,” kata salah seorang relawan dari pasangan 02 Prabowo Sandi.

Saat awak media mencoba meminta izin petugas di depan pintu, ia mengatakan awak media tidak diperboleh masuk. Harus mendapatkan izin dari Bawaslu atau KPU Batam.

“Tidak boleh dari Bawaslu,” kata dia, Sabtu (20/4).

Komisioner Bawaslu Batam, Nopialdi mengatakan proses penghitungan suara terbuka untuk media. Hal ini karena masyarakat juga berhak mengetahui proses penghitungan suara.

“Jika tidak boleh berarti ada apa. Sesuai dengan ketentuan boleh-boleh saja. Kami tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu,” kata dia.

Sementara hari kedua proses penghitungan di Kecamatan Sekupang baru selesai Kelurahan Tanjungpinggir.

Sampul formulir C1 yang ditemukan di tong sampah oleh relawan.
foto: batampos.co.id / yulitavia

Di luar GOR relawan juga mendadak ribut karena penemuan formulir C1 dari tingkat provinsi dari salah satu TPS yang berada di Kelurahan Patamlestari ditemukan dibuang di tong sampah.

“Ini tidak bisa. Padahal belum mulai Patam Lestari. Kok bisa ada sampul yang dibuang,” ucap relawan yang mayoritas emak-emak ini. (yui)

Loading...