Penggiliran air bersih (water rationing) sudah diberlakukan ATB mulai Sabtu 20 April 2019. Langkah ini diambil untuk menjaga ketahanan air baku di dam Harapan, akibat kekeringan.

Namun masih ada pelanggan yang belum memahami bahwa proses normalisasi (recovery) suplai air tidak bisa serta merta dalam waktu yang bersamaan setelah Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Harapan beroperasi kembali.

“Suplai air tidak sama dengan listrik, maka proses pemulihan setelah pemadaman akan butuh waktu, disebabkan pipa yang kosong sebelumnya perlu terisi air kembali,” ucap Maria Jacobus, Head of Corporate Secrertary ATB Senin (22/4/2019).

Maria mengatakan, hal ini perlu disadari bagi semua pelanggan terutama yang tinggal di lokasi ujung pipa dan berada di elevasi tinggi. Pelanggan di area tersebut untuk lebih bersabar dalam menampung serta hemat pemakaian air bersih.

Bagi pelanggan yang berada di jalur lebih dekat dengan IPA Sei Harapan dan berada dielevasi rendah, diharapkan dapat bertoleran dalam menampung air agar pelanggan lainnya yang berada di daerah jauh dan tinggi bisa kebagian suplai air.

“Bisa secara bersama-sama melakukan gerakan menutup kran air selama satu atau dua jam secara serentak, setelah rationing di lokasi perumahan yang sudah lebih dulu mengalir. Hal ini sangat membantu recovery suplai lebih cepat bagi pelanggan di ujung pipa distribusi dan wilayah elevasi tinggi,” ajak Maria.

Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sei Harapan

Program rationing yang sudah berjalan di Dam Sei Harapan dan berdampak pada pelanggan di sebagian kawasan Tiban, Sekupang, Tanjung Pinggir, Tanjung Riau, Patam, dan sekitarnya.

Usai pemadaman diberlakukan setiap Sabtu dan Rabu setiap minggunya, suplai air kepada pelanggan dapat dipastikan tidak akan sehandal saat normal, suplai air bersih yang dinikmati pelanggan otomatis akan berkurang.

“Tekanan air yang diterima juga kemungkinan besar tidak akan sebesar saat normal. ATB berupaya agar pelanggan tetap mendapatkan suplai air,” ungkapnya.

Maria menambahkan, penggiliran suplai air tidak sama dengan listrik. ATB tidak dapat memastikan kapan suatu daerah tertentu mendapatkan air, disebabkan proses pemulihan tentunya berbeda beda di setiap wilayah pelanggan, aliran air tidak dapat diatur seperti layaknya mengatur arus listrik.

Ia menegaskan, pelanggan yang berada di hilir, sedikit banyak akan tergantung pada pelanggan yang berada di hulu. Bila pelanggan terdekat dari IPA menampung dan menggunakan air seperlunya, otomatis pelanggan terjauh dan berada di lokasi yang lebih tinggi akan lebih cepat menikmati air bersih usai IPA kembali dioperasikan.

Meski demikian ia tetap mengingatkan agar pelanggan menampung dan menggunakan air seperlunya, terutama bagi pelanggan yang tinggal di bagian hulu sehingga pelanggan ATB yang berlokasi di hilir dapat tetap menikmati air bersih sesuai dengan jadwal rationing.

“Oleh karena itu kami memohon toleransi juga dari pelanggan yang terdekat dari IPA (hulu), agar pelanggan hilir juga dapat lebih cepat menikmati air bersih. Mari kita bersama-sama lebih hemat menggunakan air,” himbaunya. (*)