
batampos.co.id – Parade Tari Daerah Kota Batam 2019 digelar di Mall Botania 2 (MB 2) Batam Center, Sabtu (20/4/2019) malam. Gelaran kali ini merupakan ke-19 dilaksanakan di Batam dan merupakan salah satu pengejawantahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Budaya Melayu.
”Ini jadi wadah koreografer dan sanggar menciptakan dan menyajikan tari kreasi baru yang berbasis tradisional,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata, kemarin.
Disebutkan Ardi, tari Melayu yang sudah ada ditampilkan lebih ’segar’ tanpa menghilangkan esensi tradisionalnya, seperti tari sekapur sirih hingga tari serampang 12. Parade tingkat daerah ini merupakan tahapan untuk mengikuti parade tari tingkat provinsi dan nasional.
”Batam pernah dua kali meraih penyajian terbaik tingkat nasional. Yakni tahun 2011 judul tari Puteri Siput Gondang dan tahun 2016 dengan judul tari Hantaran Wan Sundari,” sebutnya.
Lebih rinci, ia memaparkan tujuan gelaran ini untuk menghimpun para pegiat seni, khususnya seni tari untuk berkreasi melalui cipta, rasa, dan karya. Juga sebagai wadah pembinaan dan perhatian pemerintah untuk sanggar seni.
“Juga meningkatkan kualitas seni tari menuju ajang parade tari nusantara dan memotivasi generasi muda yang berbakat dan berminat terhadap seni tari,” paparnya.
Menurutnya kali ini tak hanya diikuti oleh sanggar namun juga ikut serta dari Kampus Universitas Universal.
”Jadi semakin semarak,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, pemenang Parade Tari yakni penyaji terbaik satu diraih Sanggar Givo Dancer. Penyaji terbaik dua Sanggar Wan Sendari 1 dan penyaji terbaik 3 Sanggar Himmari Uvers.
Sementara penyaji garapan musik terbaik satu, yakni Raviadi dan Atmari keluar sebagai penyaji musik terbaik dua. Penyaji tari harapan satu dari Sanggar Duta Santarina, harapan dua yakni Sanggar Wan Sendari 2, dan harapan tiga Sanggar Swarna Dwipa. Penghargaan penata musik yakni Rafiadi, penata rias dan busana diraih Akmar. Sedangkan penata tari adalah Rendy Saputra. (iza)
