foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Kapal Polisi Baladewa 8002 berhasil mengamankan dua kapal asing berbendera Vietnam yang menangkap ikan secara ilegal di Perairan Laut Natuna Utara, Selasa (16/4) lalu. Namun, saat proses penangkapan dua kapal asing ini, kapal Baladewa sempat ditakut-takuti kapal coast guard Vietnam.

Kapal coast guard Vietnam dengan nomor lambung KN 270, menguntit kapal Baladewa ketika akan mengamankan dua kapal nelayan asing berbendera Vietnam itu.



”Mau dipotong haluan (oleh kapal coast guard Vietnam),” kata Kapten Kapal Baladewa 8002, Kompol Dani, Senin (22/4/2019).

Penangkapan itu, dilakukan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. ”Kami merasa itu wilayah Indonesia, dan mereka melanggar itu. Maka-nya kami amankan,” ungkap Dani.

Tapi setelah dua kapal itu diamankan, kapal coast guard Vietnam tak berani mendekati kapal Baladewa 8002. Kapal tersebut memilih menjauh.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga menambahkan, perairan Natuna Utara sering menjadi lokasi primadona pencurian ikan. Modus yang dilakukan oleh nelayan asing yakni menangkap ikan di perairan Indonesia lalu di-serahkan ke mother ship yang sudah menunggu tak jauh dari luar perairan Indonesia.

”Makanya, saat penangkapan jarang bisa diamankan ikan dalam jumlah banyak. Itu karena sudah mereka setorkan dulu ke kapal lain,” tuturnya.

Dua kapal yang diamankan yakni Kg 93689 TS yang dinakhodai Nguyen Thanh Tung dan Kg 93690 TS yang dinakhodai Dang Bao Quoc. Dari Kapal Kg 93689, polisi mengamankan muatan ikan campur seberat 500 kilogram (kg), sedangkan di kapal Kg 93690 diamankan sebanyak 200 kg cumi kering.

Polisi menjerat para nelayan asing ini dengan pasal 92 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

”Terancam hukuman pidana 8 tahun penjara, dengan denda Rp 1,5 miliar,” ungkap Erlangga.

Selain melakukan penangkapan ikan secara ilegal, kapal nelayan asing ini juga menggunakan alat tangkap yang dilarang Pemerintah Indonesia.

”Mereka gunakan pukat harimau, yang menjaring ikan kecil hingga besar,” ucapnya. (ska)

 

Loading...