foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Banyak pasien BPJS yang kecewa sebab kebutuhan obat-obatan tidak bisa diakomodir oleh pihak rumah sakit daerah Batam.

Banyak pasien yang harus beli obat di luar sejak beberapa hari terakhir ini.

Haris, warga Tanjunguncang misalkan yang berobat anaknya karena sesak nafas hanya dapat satu jenis obat di apotik rumah sakit. Padahal dalam resep yang diberikan dokter ada empat jenis obat yang harus dibeli.


“Tiga jenis harus beli di luar Rp 80 ribu. Padahal anak saya pasien BPJS seharusnya ditanggung BPJS juga obatnya,” ujar Haris kepada Batam Pos, Selasa (23/4) pagi.

Senada disampaikan Yunita warga Sagulung. Pasien BPJS yang juga mengeluh radang tenggorokan dan batuk-batuk itu tidak semuanya mendapatkan obat di apotek rumah sakit. Sebagian obat harus beli di luar dengan harga diatas Rp 100 ribu.

“Kalau obat generik atau obat penyakit langkah mungkin bisa dimaklumi. Ini obat batuk, demam juga ikut habis,” keluh Yunita.

Direktur RSUD Embung Fatimah Ani Dewiyana saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui keluhan tersebut. Namun dengan adanya konfirmasi ini dia dan jajarannya segera cek stok obat yang ada di apotek rumah sakit.

“Saya lagi diluar, nanti akan kami cek,” ujar Ani.

Senada disampaikan Humas RSUD Embung Fatimah Novi yang mengaku belum tahu pasti keluhan tersebut. Merespon keluhan pasien ini pihaknya segera melakukan pengecekan.

“Setahu kami stok obat masih normal. Tapi kalau ada keluhan nanti kami cek lagi dulu,” ujar Novi. (eja)

Loading...