ilustrasi

Jasad Monica, 84, ditemukan di dasar jurang perkebunan kelapa sawit, pada Sabtu (20/4).

Adalah Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lamandau, TNI, Polri, dan masyarakat Desa Samu Jaya yang menemukan jenazahnya.



Korban diduga tersesat dan tak tahu jalan pulang setelah meninggalkan rumah sejak Selasa (16/4/2019) silam.

Kepala BPBD Lamandau, Tiryan Kuderon menuturkan, pada 18 April 2019 personel tim TRC mendapatlan informasi orang hilang di Desa Samu Jaya, Kalimantan Tengah, dari salah satu akun di media sosial. Setelah informasi tersebut dipastikan kebenarannya, pihaknya mengirim tim TRC BPBD untuk melakukan pencarian.

“Tanggal 19 April Tim TRC tiba di Desa Samu Jaya dan berkoordinasi dengan pihak Polsek dan Koramil Kecamatan Lamandau,” ungkapnya, dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Group), Rabu (24/4).

Dia menyampaikan, pencarian pada hari pertama nihil. Pencarian korban dilanjutkan keesokan harinya.

Saat itu korban ditemukan setelah anjing pelacak yang diturunkan mengendus jasad korban di dasar jurang perkebunan kelapa sawit. “Tim melakukan evakuasi dan langsung membawa korban ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarganya. Karena kemarin hujan deras, jenazah baru dimakamkan pada hari ini (Senin),” jelasnya.

Saat ditemukan, lanjutnya, jenazah warga Desa Samu Jaya RT 06, Kecamatan Lamandau ini sudah dalam kondisi membusuk. Bagian kepala sudah tinggal tengkorak. Kondisi tubuh terbilang masih lengkap namun sudah mulai bengkak dan berbelatung.

“Diduga sang nenek yang diketahui telah pikun itu tidak ingat jalan pulang. Kemudian terpeleset dan jatuh ke dalam jurang. Karena pada 17 April, atau sehari setelah nenek itu dinyatakan hilang, ada warga yang mengaku sempat melihat bekas pepaya yang dimakan di atas tanah dekat dengan lokasi jatuhnya korban,” katanya. (jpc)

Loading...