batampos.co.id – Guna memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI, Kementerian Pertahanan terus menjalin kerja sama pengadaan alutsista dengan berbagai negara. Terbaru, mereka menggandeng Rusia untuk belanja tank dan kendaraan tempur (ranpur).

Melalui JSC Rosoborontexport, mereka bakal mendatangkan dua jenis alutsista. Yakni Tank Amfibi BMP-3F dan Tank Angkut BT-3F.

Realisasi rencana tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan lewat penandatanganan kontrak pengadaan awal pekan ini. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Bambang Kusharto yang menandatangai kontrak pengadaan tersebut.

Dalam penandatanganan itu, turut menyaksikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksamana Madya TNI Agus Setiadji.Menurut pria yang akrab dipanggil Agus tersebut, penandatanganan kontrak kerja sama pengadaan tank dengan Rusia merupakan bagian strategis dalam pemenuhan rencana strategis TNI.

”Demi mewujudkan kemampuan Marinir yang disegani baik lokal, regional, maupun global,” terang dia.

Selain itu, dia juga menyam-paikan bahwa kerja sama yang dibangun oleh Indonesia dengan Rusia sama-sama penting untuk kedua negara.Ke depan, Agus menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan Rusia melalui JSC Rosoborontexport kembali dilakukan.

Dia memastikan komunikasi maupun kolaborasi dengan mereka bisa jadi terus berlanjut.

”Tetapi kata kunci bagi Indonesia bahwa setiap pengadaan barang dan jasa harus melibatkan industri dalam negeri sebagai counterpart dalam proses ToT,” terang dia.

ToT yang dimaksud oleh jenderal bintang tiga TNI AL itu tidak lain adalah Transfer of Technology. Dalam berbagai pengadaan alutsista, pemerintah memang selalu mementingkan ToT.

Termasuk di antaranya dalam belanja kapal selam dari Korea Selatan. PT PAL Indonesia sebagai salah satu BUMN dipercaya bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan membangun kapal selam untuk TNI AL.

Serupa, Bambang menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak kerja sama pengadaan tank dari Rusia merupakan bukti dan komitmen pemerintah guna memperkuat Marinir.
Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya Tank BMP-3F sudah pernah didatangkan oleh Kementerian Pertahanan. Artinya, pengadaan kali ini merupakan yang kedua kali. Tidak tanggung, jumlah yang dipesan sebanyak 22 unit.

Khusus untuk Tank Angkut BT-3F jumlah yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan dari Rusia sebanyak 21 unit. Meski belanja tank itu baru pertama kali, namun ada keterlibatan Marinir dalam desain tank tersebut. Nilai kontrak kerja sama untuk pengadaan Tank BMP-3F sebesar USD 108 juta. Sedang untuk Tank Angkut BT-3F jumlah uang yang digelontorkan sebanyak USD 67,2 juta.

Bambang yakin betul kedua alutsista yang dipesan instansinya akan dibangun dengan baik oleh Rusia. Dia pun berharap besar semua pesanan itu diserahka tepat waktu.

”Tanpa mengabaikan sisi kualitas sesuai opsreq dan spektek pada kontrak,” harapnya. Disamping sesuai renstra TNI, belanja alutsista tersebut juga dilakukan berdasar program Minimum Essential Force (MEF) tahap kedua. (syn/)