Senin, 6 April 2026

Yuk Baca Buku!

Berita Terkait

batampos.co.id – Setiap 23 April diperingati sebagai Hari Buku Sedunia. Sayangnya belum banyak masyarakat mengetahuinya. Apalagi, seiring perkembangan era digital, membuat buku mulai beranjak kehilangan peminatnya.

Fenomena inipun terbukti dari riset United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) atau organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PPB) menunjukkan tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen atau hanya 1 : 1.000 orang yang masih mau membaca buku.

Bahkan, seperti dikutip dari indonesiainside.id, begitu halnya dari sisi jumlah buku, dimana satu buku dibaca 15 ribu orang yang seharusnya menurut Unesco satu buku hanya dibaca untuk dua orang.

Tidak terkecuali di Batam, banyak masyarakat umum, terutama kalangan pelajar yang mengaku enggan membaca buku. Alasan lebih praktis membaca dari internet, cenderung jadi penyebabnya. Tak ayal, toko buku bahkan perpustakaan hanya akan dikunjungi pada saat-saat tertentu yang bahkan sepi hari ke hari.

Namun, pola yang demikian tidak berlaku bagi Nurhasanah. Menurut ibu dua anak ini, penerapan membaca buku dalam mendidik kedua buah hatinya terus dilakukan dengan trik-trik yang dianggapnya jitu.

”Sedari kecil saya tidak membiasakan mereka mengenal tontonan melainkan hanya buku,” ujarnya sembari membuat pesanan katering.

Warga Perumahan Cendana, Batam Center ini, menyebutkan dari kecil anak hanya melihat buku maka akan menjadikan buku sebagai benda yang disukainya.

”Anak saya yang lima tahun sampai sekarang tidak terbiasa menonton Tv ataupun kartun di ponsel, karena kami (orangtua) yang juga menjaga untuk tidak menonton dan bermain ponsel saat bersama anak. Begitu juga si kecil yang masih berusia dua tahun,” terangnya.

Meski belum fasih untuk membaca sendiri, sang anak terus terangsang untuk menginginkan buku baru agar dibacakan Nurhasanah yang bergantian dengan suaminya.

”Bagi saya dan suami yang sama-sama gemar membaca, juga tidak ingin buku-buku yang kami miliki terletak sia-sia. Selain menjadi ilmu bagi anak, buku tersebut jadi lebih akan bermanfaat ketika dibaca. Jadi, yuk membaca buku,” ungkap ibu 35 tahun itu.

Joshua, mahasiswa Uniba ini juga berpendapat, membaca buku jauh lebih efektif menstimulus otak agar lebih muda diingat.

”Bagi pemahaman saya, membaca buku justru berdampak langsung dan cepat dipahami. Setiap tulisan yang tercetak di lembaran kertas itu juga dapat menjadi jaminan untuk kebenaran sebuah tulisan,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, jika dibandingkan dengan jejak digital bahwa sebuah tulisan tidak tertutup kemungkinan untuk bisa dirubah dari tulisan aslinya.

”Sampai saat ini saya masih merasa nyaman dianggap tertinggal hanya karena mempercayai sebuah tulisan di buku,” beber pria 23 tahun yang punya segudang prestasi di bidang Matematika ini.

Membudayakan membaca buku memang dipandang sulit bagi sebagian orang. Namun, tidak salahnya jika kebiasaan untuk menikmati sebuah bacaan buku bisa dimulai dari pribadi masing-masing. Tentunya dengan trik-trik sederhana agar buku dapat kembali dicintai sebagai bacaan yang menyenangkan. (*)

Update