Selasa, 7 April 2026

Batam Tourism dan Polytehnic Gelar Acara Bertajuk Passion Spotlight

Berita Terkait

batampos.co.id – Batam Tourism dan Polytehnic (BTP) menggelar acara Passion Spotlight, Jumat (26/4). Acara ini menghadirkan juara Master Chef 2012 Desi Trisnawati.

Direktur BTP, M. Nur Nasution mengatakan acara ini merupakan salah satu tugas mahasiswa untuk menggelar event. Melalui event berstandar internasional ini, mahasiswa BTP diharapkan bisa bersaing di tingkat internasional.

“Jadi gaungnya mahasiswa BTP bukan lokal lagi namun sudah internasional,” kata dia.

Melalui ajang ini, mahasiswa ke depan bisa menciptakan wisata kuliner yang bisa diterima oleh orang luar. Kuliner lanjutnya merupakan salah satu destinasi yang tidak akan pernah mati dan selalu ada peminatnya.

“Apalagi sekarang Indonesia sudah jadi wisata halal. Akan banyak tantangan. Mari mahasiswa BTP manfaatkan ini untuk bersaing dengan orang luar,” terangnya.

Ketua Yayasan Vitka Batam, Asman Abnur menambahkan ke depan diharapkan masakan Indonesia bisa menguasai pasar luar negeri.

“Nanti kalau kita ke luar negeri bisa dengan gampang kita temukan masakan Indonesia di mana-mana,” ungkapnya.

foto: batampos.co.id / yulitavia

Asman mengakui Indonesia punya potensi, kekayaan dan sumber daya manusia yang memiliki daya saing. Untuk itu mari ambil tantangan untuk mengembangkan kuliner hingga ke luar negeri.

“Bisa Eropa dan negara lainnya. Sekarang sudah banyak tapi yang menjalankan bisnis ini bukan orang kita. Ke depan ayok ambil kesempatan ini,” harapnya.

Ia mengajak mahasiswa untuk bergerak dan terus berinovasi agar bisa menciptakan sesuatu yang baru. Jadikan ajang kuliner ini sebagai evaluasi bukan pertandingan.

“Apa yang kurang mari kita perbaiki. Ayok semangat,” tutupnya.

Dewan Juri, Desi Trisnawati mengatakan ada beberapa aspek yang akan dinilai nanti yaitu, ketepatan waktu, kreativitas dan yang paling penting itu rasa.

“Penampilan boleh ok namun rasa itu penting. Karena itu yang membuat orang kembali,” sebutnya.

Selain itu faktor teknik dan tekstur makanan juga menjadi perhatian dalam penjurian. Kreativitas dan rasa itu paling penting. “Jadi ayok semangat dan berikan yang terbaik,” imbuhnya. (yui)

Update