batampos.co.id – Sebanyak empat tim akan berlaga dalam turnamen Piala Menpora U-17 Putri Road to Bandung seri Provinsi Kepri. Kejuaraan ini akan dilaksanakan di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Sabtu (27/4) hingga Minggu (28/4).

Empat tim yang akan bersaing dalam turnamen ini adalah Bermuda, Bina Prestasi, Ladies Bintan FC, dan Skada FC-SMKN 2 Batam. “Sebenarnya ada sebelas tim yang menyatakan diri untuk mengikuti turnamen ini. Tapi mundur di detik-detik akhir,” terang Ketua Panitia Haris Suhendar saat technical meeting (TM) yang digelar Rabu (24/4) malam.



“Meski demikian turnamen ini tetap dilaksanakan karena ini adalah tonggak awal pembinaan sepakbola wanita di Kepri,” tambahnya.

Haris menjelaskan Piala Menpora U-17 Putri ini dilaksanakan dengan maksud untuk menggiatkan dan mencari bibit pesepakbola wanita berbakat di Kepri. Selain itu juga sebagai ajang untuk memperkenalkan liga berjenjang yang digalakkan oleh Keprmterian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Turnamen ini juga dimaksudkan untuk mencari wakil Kepri untuk berlaga dalam putaran nasional yang akan dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat. Putaran nasional sendiri akan digelar 28 Juli hingga 4 Agustus mendatang,” beber Haris.

Sepakbola putri diakui Haris tidak setenar sepakbola putra. Karenanya, Kemenpora menargetkan agar tiap provinsi memiliki tim dan pembinaan yang berjenjang di setiap kelompok umur.

“Ini dimaksudkan untuk pemerataan pembinaan sepakbola putri di setiap daerah. Apalagi di Kepri bisa dikatakan tertinggal jauh dengan daerah lainnya,” terangnya.

Dalam kejuaraan ini, setiap tim berisikan 18 pemain ditambah dengan lima ofisial. Sedang format pertandingan yang digunakan adalah setengah kompetisi.

ilustrasi

“Untuk regulasi dan aturan pertandingan sama dengan yang digunakan dalam pertandingan sepakbola putra. Hanya saja setiap laga dimainkan dalam waktu 2 x 25 menit,” kata Haris.

Pemenang dalam kejuaran ini ditentukan melalui jumlah poin tertinggi yang dihasilkan. “Karena hanya empat tim yang berlaga, maka langsung tim yang mendapat perolehan poin tertinggi menjadi juara,” kata Haris.

Jika terjadi perolehan poin yang sama, maka juara akan ditentukan melalui selisih gol, produktivitas, head to head, dan undian. Pemenang pertama berhak atas trofi, medali, dan sertifikat.

“Untuk pemenang pertama, 13 pemainnya ditambah lima pemain hasil talent scouting akan menjadi wakil Kepri untuk berlaga di putaran nasional,” bebernya.

Sedang peringkat dua dan tiga juga akan mendapatkan trofi, medali, dan sertifikat. Sedang peringkat empat berhak atas trofi dan sertifikat.

Haris menjelaskan untuk wakil Kepri yang berangkat ke putaran nasional, hanya akan dibebankan biaya transportasi dari daerah asal ke Bandung. “Sedang transportasi di Bandung, hotel, dan akomodasi lainnya ditanggung oleh Kemenpora,” serunya.

Menurut Haris, peluang untuk masuk dalam timnas putri masih terbuka lebar. “Turnamen ini juga menjadi ajang seleksi tim nasional sepakbola putri di bawah asuhan pelatih Rully Nere,” ucap Haris.

Pembinaan sepakbola putri sudah waktunya mendapatkan atensi lebih. Hanya saja untuk mendapatkan pemain sepakbola putri yang punya kemampuan lebih bisa dikatakan susah.

“Jangankan untuk sepakbola lapangan besar, futsal saja masih kesulitan untuk mendapatkan pemain. Sepakbola adalah olahraga full body contact. Ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Padahal jika pembinaan dan pelaksanaan turnamennya sesuai dengan prosedur, tidak perlu dikhawatirkan,” papar Haris.

Semisal dalam penyelenggaraan turnamen ini, pihaknya telah berusaha untuk mengundang sekolah untuk berpartisipasi dalam turnamen ini. Sayang, keterbatasan jumlah pemain membuat sekolah membatalkan keikutsertaannya.

“Seperti dari SMAN 3, SMAN 1, dan beberapa sekolah lainnya. hanya saja di last minutes mereka membatalkan keikutsertaannya,” ungkapnya.

Terkait pembinaan sepakbola putri, Haris menegaskan jika Kemenpora akan fokus dan concern untuk terus membina. “Ini adalah gelaran pertama. Nanti di tahun-tahun mendatang akan digelar kejuaraan kelompok umur,” serunya.

Ia juga mengucapkan terima kasihnya pada para peserta yang telah mendaftar mengikuti kejuaraan ini. “Kejuaraan ini dari kita untuk kita. Ini adalah bentuk kepedulian pada pembinaan sepakbola wanita di Kepri,” tegas Haris.

“Semoga dalam penyelenggaraan kejuaraan ini akan bermunculan bibit pesepakbola putri yang mampu mengharumkan nama Kepri di tingkat nasional,” harapnya. (yan)

Loading...