Rabu, 8 April 2026

Sikap PLN Batam terhadap Keluhan Pelanggan

Berita Terkait

Ilustrasi

batampos.co.id – Bright PLN Batam mencoba bersikap pragmatis menanggapi beragam komplain dari masyarakat dan pengelola kawasan industri. Komplain-komplain tersebut bukanlah sebuah beban tapi sebuah tantangan yang harus dihadapi untuk menjadi lebih baik.

“Memang PLN Batam tengah diuji karena gangguan pembangkit ini terjadi bersamaan di sejumlah lokasi. Belum pernah hal ini terjadi sebelumnya,” kata Vice President Public Relation Bright PLN Batam, Syamsul Bahri di Sukajadi, Batam, Jumat (26/4/2019).

Gangguan terjadi di enam lokasi, lima di Batam dan satu di Bintan. Gangguan terparah terjadi di PLTG Panaran dan PLTG Tanjunguncang.

“Turbinnya yang kena. Dan suku cadang harus didatangkan dari Skotlandia. Proses kedatangannya lumayan lama,” ungkapnya.

Keterlambatan kedatangan suku cadang untuk mesin PLTG Panaran ini terjadi karena perayaan Hari Paskah pada minggu lalu sehingga pengiriman pun libur hingga akhir pekan.

“Menurut informasi yang kami terima, mesin baru tiba di Singapura pada 29 April nanti dan sorenya sampai di Batam,” jelasnya.

Dengan masuknya suku cadang terbaru ini, maka PLN Batam akan mendapatkan daya listrik sebanyak 40 MW dari Panaran. Dengan kata lain, defisit daya sebanyak 23 MW bisa tertutupi sehingga pemadaman tidak akan terjadi lagi.

“Secara bersamaan dengan kerusakan mesin, banyak momen penting terjadi seperti pemilu dan ujian nasional. Industri juga harus kami jaga. Makanya kami dalam posisi serba sulit,” jelasnya.

PLN Batam harus membuat pilihan, sehingga pemilu dan ujian nasional menjadi prioritas.

“Agak serba salah memang. Tapi namanya juga layanan publik. Kami tidak bisa memuaskan semua pihak. Tapi segala daya upaya sudah dilakukan. Sekarang tinggal berdoa saja,” ucapnya.

Sebelumnnya, PLN sudah mengaktifkan seluruh pembangkit bertenaga diesel miliknya di Baloi, Sekupang dan Batuampar. Kemudian membeli daya sebanyak 3 MW dari Kawasan Industri Panbil dan menambah daya dari pembangkit di Bintan. Proses kedatangan mesin juga terus dipantau progresnya.

Mengenai jadwal pemadaman listrik yang tidak teratur di kawasan industri seperti di Kabil, Syamsul mengatakan hal tersebut terjadi karena perubahan cuaca.

“Jadwal berubah karena melihat situasi mesin. Misal kita umumkan pemadaman di industri, tapi cuaca mendukung maka kita tunda pemadamannya,” jelasnya.

Ia maklum dan menerima semua komplain dari pihak industri. Tapi Syamsul mengimbau agar kawasan industri juga mengaktifkan gensetnya.

“Pemadaman lampu di satu kawasan industri bisa menyelamatkan 10.000 rumah tangga dari pemadaman listrik,” katanya.

PLN berjanji akan segera menggesa perbaikan sistem agar tidak lagi terjadi pemadaman di Batam, apalagi dalam waktu dekat sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan.

Syamsul juga mengungkapkan bahwa PLN juga tengah mengkaji pembangunan pembangkit baru. Kemungkinan besar lahannya di Bintan dan direncanakan paling cepat harus selesai pada tahun 2020.

Langkah ini diambil menyusul semakin meningkatnya kebutuhan listrik di Batam. Porsi listrik untuk industri saat ini mencapai 28,41 persen. Dan dalam setahun terakhir, permintaan pasokan listrik dari industri sudah meningkat hingga 30 MW.

“Kami cari lahan dulu. Dan dalam dua tahun, pembangkit baru akan masuk. Ini sudah direncanakan mengingat beban akan semakin tinggi. Peminat makin lama makin ramai. Apartemen Pollux itu contohnya kalau sudah jadi akan butuh 6 MW,” pungkasnya. (leo)

Update