Rabu, 8 April 2026

Armada Sampah Rusak, Pengangkutan Sampah Terkendala

Berita Terkait

batampos.co.id – Proses pengangkutan sampah di sejumlah wilayah terkendala dalam beberapa bulan terak-hir, salah satunya di wilayah Batam Center.

Menurut Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Faisal Novrieco, karena dampak dari kerusakan armada yang biasa melayani wilayah Batam Center.

Dikatakannya, armada yang biasa beroperasi mengalami kerusakan sehingga memerlukan waktu perbaikan hampir tiga minggu.

Akibatnya, pengangkutan sampah seper-ti di kawasan Legenda Malaka dan sekitarnya terkendala.

”Tapi minggu ini sudah kembali normal. Saya sudah kroscek ke anggota di lapangan, pengangkutan sampah tetap dua kali seminggu,” kata Faisal, Jumat (26/4).

Diakunya, akibat kerusakan armada ini menyebabkan pe-ngangkutan terkendala. Sebab, biasanya armada beroperasi dari sumber hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA).

”Yang rusak satu armada saja yaitu dam truk tapi sudah normal lagi kok,” sebutnya.

Selama perbaikan armada, pihaknya berusaha mengalihkan armada yang sudah menyelesaikan pekerjaannya untuk melayani wilayah Le-genda Malaka dan lainnya. Untuk pengangkutan di kawasan Legenda Bali, Legenda Malaka, dan Mega Legenda itu, pengangkutan dilayani satu dum truk. Dan ini memang tidak normal pengangkutannya.

”Ini solusi yang coba kami lakukan. Makanya pela-yanan kemarin kurang maksimal,” ucapnya.

Persoalannya lainnya adalah waktu pemilihan berlangsung, Rabu (17/4) lalu, seluruh petugas diliburkan karena mereka harus menggunakan hak pilihnya. Sebagian dari mereka juga ada yang bertugas sebagai panitia. Hal ini juga menjadi salah satu faktor.

”Ya tidak mungkin saya minta mereka kerja. Jadi pengangkutan Rabu terhenti karena pemilihan ini,” ujar Faisal.

Kerusakan armada ini juga dipengaruhi faktor usia pemakaian armada. Kondisi saat ini banyak yang sudah termakan usia namun masih coba terus diperbaiki agar bisa digunakan.

”Dengan usia tersebut memerlukan waktu perbaikan yang cukup lama. Jadi, memang kondisinya se-perti itu,” sebutnya.

Faisal menyebutkan bebe-rapa wilayah, yaitu Batam Center, Lubukbaja, dan Sekupang memang ada sedikit kendala pengangkutan.

Menurutnya saat ini tidak ada armada cadangan. Semua armada yang dimiliki DLH sebanyak 120 unit dan ditambah armada kecamatan sebanyak 88 unit dan 23 becak motor bekerja penuh selama enam hari.

”Usia kendaraan juga mempengaruhi kemampuan armada. Apalagi mobil sampah ini yang full dioperasionalkan seminggu,” lanjutnya.

Karena besarnya dampak yang ditim-bulkan oleh kerusakan armada, pihaknya berencana mengusulkan penambahan tiga hingga lima armada di anggaran tahun 2020 mendatang.

Selama ini, sambungnya, selalu diajukan namun hal itu juga tergantung dari ketersediaan anggaran.

Faisal mengungkapkan, penambahan armada tentu akan memberikan dampak positif bagi proses pengangkutan sampah.

”Armada yang saat ini ada sudah termakan usia namun diupayakan tetap jalan, karena jumlah sampah tidak berkurang volumenya,” terangnya.

Persoalan ini sudah disampaikan dan dibahas bersama pimpinan. Mudah-mudahan ada penambahan tahun depan.

”Ya kami tidak butuh banyak, misalnya dapat tiga unit juga sudah sangat bersyukur,” tutupnya.

Warga Mengeluh

Sejumlah masyarakat Bengkong juga mengeluhkan pe-ngangkutan sampah yang cukup lama. Bahkan petugas baru mengangkut sampah lima hari sekali.

”Pas banyak tanggal merah kemarin, sampah hampir seminggu tak diangkut,” ujar Asdiah, warga Bengkong Sadai.

Menurut dia, lambatnya pengangkutan sampah membuat lalat banyak masuk ke rumahnya. Apalagi saat ini musim hujan.

”Sejak sampah lama diangkut, banyak lalat masuk rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Bengkong M Tahir memastikan pengangkutan sampah di wilayahnya masih normal. Menurutnya, hari libur atau pasca pemilu tak berpengaruh terhadap pengangkutan sampah.

”Pengangkutan sampah normal, tak ada masalah. Saya belum ada dapat laporan,” ujarnya. Dilain hal, Tahir mengakui keterbatasaan armada juga menjadi penyebab pengangkutan sampah tak bisa dilakukan setiap hari. Namun, sampah akan diangkut tiga hari sekali.

”Petugas dan armada kami terbatas kalau mengakut tiap hari. Jadi jadwal pengakutan sampah 2 sampai 3 kali seminggu,” bebernya.

Menurut dia, jika ada keluhan sampah tak diangkut, masyarakat bisa melapor kepadanya. Nantinya akan ada petugas yang mengangkut sampah warga tersebut.

”Sampah yang diangkut khusus sampah rumah tangga, insya Allah kalau melapor adanya tumpukan sampah akan segera ditangani,” pungkas Tahir. (yui/she)

Update