Senin, 13 April 2026

DLH Ditarget Retribusi Rp 2.9 Miliar Sebulan

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / sapna

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ditargetkan Rp 2.9 miliar setiap bulannya dari retribusi sampah. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Persampahan DLH Batam, Faisal Novrieco, Senin (29/4).

“Targetkan Rp 30 miliar tahun ini. Jadi satu bulan target maksimal yang harus kami dapatkan mencapai Rp 2.9 miliar,” sebutnya.

Faisal mengatakan pencapaian di triwulan pertama di tahun ini sekitar Rp 8 miliar lebih. Ia merinci untuk periode Januari dan Februari petugas berhasil mengumpulkan retribusi sampah sebesar Rp 2.5 miliar dan Maret naik menjadi Rp 2.7 miliar.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan pencapaian belum bisa maksimal diantaranya, objek retribusi atau warga tidak berada di rumah saat petugas datang, sehingga pembayaran menjadi dua kali lipat di bulan selanjutnya.

Kedua terjadi penambahan objek retribusi. Meskipun tidak banyak namun pembangunan yang tumbuh di Batam juga memberikan dampak terhadap retribusi sampah.

“Namun jumlahnya tidak banyak. Itu tergantung tingkat huni,” jelasnya.

Ia menyebutkan masing-masing perumahan membayar retribusi sesuai dengan tipe rumah yang mereka tempati. Faisal menyebutkan pembayaran retribusi berkisar dari Rp 5 ribu hingga Rp 9 ribu per bulannya.

“Kalau ada penambahan objek seribu rumah saja itu baru Rp 9 juta retribusi yang bisa dikumpulkan,” imbuhnya.

Menurutnya tren pendapatan dari retribusi sampah ini setiap bulan mengalami peningkatan. Namun hal ini juga dibarengi dengan target yang naik setiap tahunnya.

“Jadi berimbang. Itu sudah sangat baik apalagi selama tiga tahun belakangan kami tidak ada penambahan armada,” ungkap Faisal.

Saat ini armada yang difungsikan sudah banyak yang termakan usia. Kendati demikian setelah diperbaiki armada masih bisa digunakan. Untuk itu tahun depan kami akan coba mengusulkan tiga hingga lima unit armada baru.

“Sekarang kami manfaatkan yang ada dulu. Kelayakan armada ini juga sangat berpengaruh terhadap kelancaran pelayanan,” lanjutnya.

Menurutnya kalau armada rusak, pengangkutan sampah bisa terkendala dan keluhan bisa meningkat. “Kalau sampah tak diangkut mana mau mereka bayar sampah. Ini yang terus kami benahi,” tambah Faisal.

Saat ini armada yang dimiliki DLH sebanyak 120 unit dan ditambah armada kecamatan sebanyak 88 unit dan 23 becak motor bekerja penuh selama enam hari. (yui)

Update