Senin, 6 April 2026

Habibie Resmikan Erlesen Tower Megablok Meisterstadt Batam

Berita Terkait

Chairman of Pollux Properties Po Sun Kok, BJ Habibie, foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Presiden ketiga Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie meresmikan pembangunan Erlesen Tower yang merupakan karya maha megah PT Pollux Properti Indonesia Tbk. Erlesen Tower yang merupakan bagian dari megablok Meisterstadt Batam yang digadang mampu menandingi kemegahan Marina Bay Sands milik Singapura.

BJ Habibie mengatakan, pengembangan megablok Meisterstadt Batam akan terus berlanjut dengan pengembangan fase kedua. Fase kedua ini akan lebih menekankan proyek senilai 1 miliar dolar Amerika ini sebagai tujuan investasi dan wisata bertaraf internasional.

“Batam selalu berada dekat di hati saya, karena sejak awal kami sudah melihat bahwa ke depannya Batam akan menjadi penghubung antara Indonesia dengan dunia,” kata Habibie, Senin (29/4), usai meresmikan Erlesen Tower.

Dahulu, saat menjabat sebagai Kepala Otorita Batam (OB) periode 1978 hingga 1998, ia menitikberatkan pengembangan Batam pada pembangunan industri berbasis manufaktur. Setelah berjalan dengan baik, maka Batam sekarang menjadi salah satu pusat utama industri berat di Indonesia.

“Kita harus terus berinovasi, membangun dan maju. Sa­ya sangat senang dan bangga menjadi bagian dari pro­yek pembangunan dan pe­ngem­bangan ini karena Meisterstadt adalah wujud nyata dari ha­sil pencapaian Batam ketika kita memiliki keberanian dan visi untuk berpikir besar,” ung­kapnya.

Meisterstadt yang merupakan kolaborasi antara Chairman PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Po Sun Kok dan BJ Habibie hanyalah satu dari beberapa proyek berkelas dunia yang sedang dijalankan Pollux. Po dan Habibie ingin membangun Meisterstadt di atas lahan seluas sembilan hektare menjadi proyek landmark di Batam.

Mengenai Erlesen Tower, gedung pencakar langit ini dilengkapi dengan 385 unit yang terdiri dari satu hingga tiga kamar tidur dan koleksi penthouse yang mewah. Dengan fasilitas tersebut, maka diyakini akan meningkatkan reputaasi Batam sebagai destinasi investasi dan wisata yang sedang bertumbuh dengan pesat.

Po Sun Kok yang membangun bisnis garmen di Semarang pada awal tahun 1970-an ini telah menjadi salah satu pengembang properti paling inovatif di Indonesia. Selain dalam negeri, Pollux juga beroperasi di Singapura.

“Batam akan menunjukkan kesungguhan komitmen Po dan Pollux Properti dilihat dari skala dan dampak ekonomi yang akan disumbangkan Meisterstadt terhadap perekonomian di Batam seiring perubahan Batam dari industri berat menjadi pusat penyedia jasa dan wisata,” ungkap Po.

Dalam proses pemasarannya, Meisterstadt Batam telah meraih sukses besar. Empat tower terdahulu telah terjual habis seluruhnya. Dan tower terbaru ini, Erlesen sebagai tower terakhir hanya tinggal menyisakan sedikit unit lagi.

“Berlokasi sekitar 30 menit dengan pelabuhan feri dari Singapura, Batam dipandang oleh para investor sebagai Shenzen di masa depan. Menjadi pusat manufaktur yang ditopang oleh industri jasa. Dan bisa menjadi basis bagi para investor dan pelaku bisnis internasional yang ingin mengakses pasar domestik Indonesia yang luas,” ungkapnya.

Po memiliki keinginan untuk membawa Pollux membangun proyek-proyek berkelas internasional.

“Kami sangat yakin bahwa Meisterstadt akan membawa Pollux menjadi pengembang properti paling inovatif di Indonesia dan kawasan sekitarnya,” ujarnya.

Mega Superblok Meisterstadt Batam merupakan proyek multifungsi seluas sembilan hektare. Meisterstadt Batam terdiri dari 11 gedung pencakar langit, termasuk delapan tower apartemen dengan 6.500 unit, satu hotel, satu rumah sakit internasional, mal, pertokoan dan satu tower perkantoran yang rencananya akan dibangun setinggi 100 lantai. Biaya pembangunan telah melebihi 700 juta dolar Amerika dan merupakan proyek terbesar yang pernah ada di Batam.

Kawasan ini didesain mengikuti standar kota di Jerman yang mengintegrasikan apartemen dengan perkantoran dan rumah sakit. (leo)

Update