batampos.co.id – Walikota Batam Muhammad Rudi mengaku tidak mengetahui apa keputusan pemerintah pusat terkait wacana dirinya akan menjadi ex officio di Badan Pengusahaan (BP) Batam.
“Tak tahu saya, Pak menko lah. Belum ada kabar,” kata Rudi saat dikonfirmasi kepastian dirinya yang juga akan menjadi Kepala BP Batam, di Kantor Walikota Batam, Selasa (30/4/2019).
Namun ia mengungkapkan dirinya dipanggil ke Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian hari ini, Kamis (2/5/2019) di Jakarta. Tidak sendiri, dari Batam, yang turut diundang adalah Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad dan Kepala BP Batam Edy Putra Irawady.
“Saya, Pak Wakil dan Pak Edy,” ucapnya.
Apakah pemanggilan ini seiring pelantikan Rudi menjadi Kepala BP Batam?
Rudi mengaku tidak tahu apa agenda pemanggilan tersebut. Menurutnya, keputusan dirinya akan di-ex ooficio-kan menjadi Kepala BP Batam adalah ranah pemerintah pusat.
“(Agendanya) tak tahu, tak tahu. Tak ditulis itu (agenda rapat),” imbuhnya.
Bahkan, ditanyai perihal aturan yang akan mengiringi kemungkinan pengangkatan maupun setelah dirinya menjabat di BP Batam, ia tidak mengetahuinya sama sekali.
Sementara itu, di depan pegawai-pegawai Pemko Batam pada saat apel bersama lingkungan Pemko Batam, Senin (29/4), Rudi seolah pesimis. Dalam sambutannya, ia meminta para pegawai tidak memikirkan kebijakan satu pimpinan dua lembaga ini. Bahkan ia mengaku dirinya tidak memikirkan perihal kebijakan ini.
Ditanyai perihal sikap ini, mantan anggota DPRD Batam ini justru menjawab diplomatis.
“Kalau saya sih begitu, optimis jadi pesimis, pesimis jadi optimis. Apa susahnya ngomong begitu kan,” imbuhnya.
Sejatinya, rencana rapat di Kemenko Perekonomian digelar Senin (29/4) lalu yang berangkat yakni Wakil Wali Kota Amsakar Achmad . Namun batal karena Menkjo Darmin punya agenda lai dan pertemuan itu dijadwal kembali. (iza)
