
Sebagai lembaga keuangan yang memiliki culture memenuhi kebutuhan pelanggan, Bank Mandiri senantiasa aktif mendalami kebutuhan pelanggan termasuk kondisi pasar dan persaingan untuk menyediakan produk, layanan dan solusi yang tepat serta selalu menjaga hubungan yang saling menguntungkan antara bank dan pelanggan.
Dalam sesi yang bertajuk finansial klinik yang diadakan di Panasonic Industrial Devices Batam, Priority Banking Officer Aip Wiyana memberikan penjelasan tentang Pengelolaan Keuangan dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang serta argumen pola hidup dan kebiasaan pada umumnya.
“Saat ini ini banyak kebutuhan yang akan dikonsumsi. Namun kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan kemudian lakukan pengukuran dan aksi prioritas serta ketahui cara mengeluarkan uang secara bijak untuk setiap pos pengeluaran anda,” kata Aip, Rabu (1/5).
Dijelaskannya, dari total pendapatan yang didapat, 40 persen untuk keperluan sehari hari, 40 persen untuk membayar kewajiban (hutang, tagihan, pembayaran) dan sisanya 20 persen untuk menabung. Beberapa bentuk tabungan yang bisa dinikmati oleh nasabah Bank Mandiri diantaranya mandiri tabungan rencana yang memberikan suku bunga 2,5 persen dan cover asuransi, untuk mandiri deposito rupiah para deposan diberikan bunga 4,25 persen.
Berikutnya apabila nasabah ingin mendapatkan manfaat dan benefit yang lebih besar, Bank Mandiri menawarkan jenis investasi melalui reksa dana dengan besaran return 13,16 persen net per annual (average).
Reksa Dana (Mutual Fund) merupakan wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Beberapa pihak yang terkait dalam produk reksa dana antara lain manajer investasi, bank custodian, dan agen penjual efek reksa dana. Dalam hal ini Bank Mandiri bertindak sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang bertugas melakukan penjualan efek reksa dana berdasarkan kontrak kerjasama dengan manajer investasi pengelola reksa dana.
Sejak tahun 2007 Bank Mandiri telah terdaftar sebagai APERD di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sudah bekerjasama dengan manajer investasi. Dari beberapa reksa dana yang melalui Bank Mandiri diantaranya Reksa Dana Konvensional (Open-end) yakni reksa dana yang dapat dibeli atau dijual kembali oleh investor setiap hari bursa tergantung tujuan investasi, jangka waktu dan profil risiko investor.
Adapun jenis-jenis reksa dana konvensional antara lain Reksa Dana Pasar Uang melakukan investasi pada instrumen pasar dengan jatuh tempo kurang dari setahun. Kemudian Reksa Dana Pendapatan Tetap investasi sekurang-kurangnya 80 persen dari obligasi, sedangkan Reksa Dana Campuran nilai investasi ekuitas tidak melebihi 79 persen dari aktivanya.
Selanjutnya Reksa Dana Saham 80 persen nilai investasinya dalam bentuk ekuitas atau saham, dan yang terakhir adalah Reksa Dana Indeks dimana nilai investasinya sebesar 80 persen dari aktivanya dan terdapat pada indeks yang menjadi acuannya.
Di penghujung akhir acara Aip Wiyana menambahkan keuntungan yang didapat berinvestasi di reksa dana tentunya lebih terjangkau artinya investasi bisa dilakukan mulai dari seratus ribu rupiah, kemudian dikelola oleh manajer investasi yang profesional dan telah mendapatkan ijin dari OJK. Berikutnya reksa dana lebih transparan dimana prospectus mengenai kebijakan investasi dan keterbukaan laporan keuangan serta laporan porofolio melalui Fund Fact Sheet secara berkala.
“Dengan keterbukaan ini maka para nasabah/investor dapat dengan mudah mengetahui komposisi investasi yang dimilikinya,” tutup Aip Wiyana. (*)
