Sabtu, 11 April 2026

Tujuh Proyek Investasi Tinggal Dieksekusi

Berita Terkait

foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – BP Batam memiliki tujuh proyek investasi yang siap dieksekusi.

Ketujuh proyek investasi tersebut, yaitu

  1. jasa pelayanan medis,
  2. pemanfaatan lahan telantar,
  3. distrik finansial atau biasa disebut offshore banking,
  4. hidroponik,
  5. proyek damai ekowisata di Tanjungpiayu,
  6. shipyard Rusiam,
  7. proyek Welcome to Batam.

”Investor dari Australia dan Singapura serta Korea datang buat jasa kesehatan jantung di Rumah Sakit BP (RSBP) Batam. Nanti RSBP akan punya klinik life steam cell dan lainnya. Selama ini, banyak orang berobat ke Singapura, nanti cukup di RSBP saja,” ujar Eddy, Selasa (30/4).

Mengenai distrik finansial masih akan dibahas dengan investor dari Singapura. Rencananya, distrik finansial ini akan menjadi sebuah kawasan ekonomi khusus (KEK) nantinya.

Sedangkan hidroponik, ada 13 hektare lahan di Pulau Nipah yang akan dibuat lahan hidroponik oleh investor asal Jakarta.

Untuk proyek wisata di Tanjungpiayu tengah dirancang oleh investor asal Xiamen, Tiongkok. Kemudian proyek galangan kapal, BP masih bicara intensif dengan pemerintah Rusia.

”Shipyard dari Rusia akan fokus untuk ekspor dan memasukkan barang berteknologi tinggi,” sebutnya.

Sementara jasa pelayanan medis, selain RSBP, investor dari negara Kazakstan akan membangun industri halal, terdiri dari Islamic financial dan produk halal.

Dan terakhir, untuk Welcome to Batam, grup Sarinah akan membangun factory world outlet di depan landmark Batam tersebut.

”Barangnya dari Nganjuk (Jawa Timur, red) sampai Nagoya ada di sana nanti. Ini sudah dibahas, tapi saya tak berwenang beri lahan, tapi di Dewan Kawasan (DK),” terangnya. (leo)

Update