Selasa, 14 April 2026

Harga Daging Ayam Segar Tembus Rp 44 Ribu

Berita Terkait

batampos.co.id – Menjelang bulan suci Ramadan, harga ayam potong segar makin tidak terkendali. Bahkan di sejumlah pasar tradisi-onal, harga ayam potong segar dijual hingga Rp 44 ribu per kilogram (kg).

Demikian juga harga telur ayam dan cabai terus melambung.

Di Pasar Tiban Center mi-salnya. Ayam potong segar dijual mulai Rp 40 ribu hingga Rp 44 ribu per kg. Sedang-kan telur ayam dijual Rp 40 ribu per papan (isi 30 butir), padahal biasanya hanya Rp 36 per papan.

Adi, pedagang ayam di Pasar Tiban Center mengatakan, kenaikan harga ayam sudah terjadi selama satu minggu ini.

”Biasanya ayam dijual Rp 32 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 40 ribu per kg. Bahkan ada yang jual Rp 44 ribu. Memang tergantung ukurannya,” sebutnya.

Adi memprediksi kenaikan harga ayam ini masih terus terjadi karena sudah mendekati bulan puasa.

”Harga ini gampang naik, gampang turun. Jadi, tak bisa diprediksi juga,” sebutnya.

Di sejumlah pasar di Batuaji, harga ayam segar masih fluktuasi. Tiga hari lalu sempat menembus Rp 40 ribu per kg. Sekarang mulai turun di kisaran Rp 38 ribu per kg. Sedang-kan daging ayam es Rp 32 ribu per kg.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

”Harga daging ayam ini sudah ditentukan oleh peternak ke beberapa agen di pasar. Jadi otomatis sudah dijatah 1,5 ton per hari,” kata Hendri, pedagang daging dan ayam Pasar Fanindo, Batuaji.

Di Pasar Fanindo, harga cabai rawit merah juga masih tinggi. Era, 35, pedagang sayuran menyebutkan, seminggu lalu sempat mencapai Rp 80 ribu per kg, tapi sekarang sudah turun jadi Rp 65 kg.

”Meski sudah turun, tapi harga cabai rawit merah masih tetap mahal,” sebutnya.

Sedangkan harga bawang merah dan putih berangsur turun, dari harga Rp 28 ribu per kg untuk bawang merah kini menjadi Rp 24 ribu per Kg.

Sementara bawang putih dari Rp 26 ribu per kg menjadi Rp 22 ribu per kg.

”(Bawang merah dan bawang putih) Sudah turun sejak dua hari lalu,” terangnya.

Terlambat dari Distributor

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam Adisthy mengakui, saat ini harga telur bertengger di harga Rp 42 ribu per papan. Sementara untuk daging ayam ras Rp 35 ribu per kg.

”Hasil sidak kita bersama Polresta Barelang tadi, harga daging ayam ras Rp 37 ribu per kg,” sebutnya.

Adisthy mengatakan, telur ayam ras mengalami kenaikan disebabkan keterlambatan stok dari distributor.

”Senin pada ready. Semuanya masih dalam perjalanan,” ujarnya.

Selain itu, hasil survei Disperindag Batam di empat pasar tradisional diketahui harga beras medium berkisar Rp 11 ribu sampai Rp 13 ribu per kg. Cabai merah besar Rp 48 ribu sampai Rp 60 ribu per kg dan cabai rawit Rp 60 ribu-Rp 80 ribu.

”Survei harga kita lakukan di Pasar Botania 1, Tos 300, Hang Tuah dan Pasar Aviari,” sebut Adisthy.

Sedangkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam Mardanis me-ngatakan, untuk harga ayam memang sedikit mengalami kenaikan. Namun, untuk saat ini, stok ayam di peternakan di Barelang cukup banyak.

”Karena faktor cuaca yang panas juga berpengaruh terhadap keberlangsungan bibit atau anak ayam. Ada yang mati karena kepanasan,” ungkapnya.

Menurutnya, naik turun harga ayam sudah biasa terjadi. Jika harga dirasa tidak wajar, pihaknya bersama Satgas Pangan akan turun ke pasar untuk mengecek harga.

”Jangan sampai ada permainan. Jadi harga ini harus dikontrol,” imbuhnya.

Pedagang makanan di Seiharapan, Nelly, sangat khawatir kenaikan harga berlangsung terus menerus. Menurutnya semakin mendekat puasa harga kebutuhan pokok semakin tinggi.

”Kalau kami sebagai pedagang maunya semua harga normal kembali. Kalau mahal nanti harga makanan juga naik,” ujarnya.

Tim Terpadu Sidak Kebutuhan Pokok

Tim Terpadu Satgas Pangan Kota Batam melakukan pengecekan ketersediaan pangan maupun harga pangan menjelang Ramadan. Dari hasil pengecekan itu, didapati beberapa komoditas mengalami kenaikan, seperti cabai terutama cabai merah yang berasal dari Mataram.

”Hasil temuan di Pasar Botania I memang ada sedikit kenaikan terutama cabai dari Mataram, NTB maupun Me-dan, terutama cabai merah. Harga sedikit tinggi mulai Rp 50 ribu sampai Rp 52 ribu. Biasanya Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu,” sebut Kapolresta Barelang Kombes Hengki.

Menurut Hengki, dari hasil pengecekan yang dilakukan bersama Pemko Batam, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Dinas Keta-hanan Pangan, Karantina, dan BPOM, tingginya harga cabai di pasaran disebabkan karena faktor biaya pengiriman yang cukup mahal.

”Distribusi dan biaya pengiriman yang tinggi dari NTB ke sini naik kapal laut mahal. Termasuk biaya pengiriman melalui penerbangan, kalau tidak salah sekitar Rp 25 ribu per kilogram menurut informasi dari Dinas Ketahanan Pangan,” bebernya.

Selain mendapati hasil kebutuhan pokok terutama cabai yang mengalami kenaikan, Tim Terpadu Satgas Pangan juga menemukan beberapa makanan kemasan kaleng seperti sarden, daging kornet, dan lainnya yang sudah kedaluwarsa. Dimana, temuan makanan kaleng kedaluwarsa itu didapati di Pasar Botania I.

”Kita harap dengan hasil temuan itu, masyarakat berhati-hati dalam membeli segala jenis bentuk makanan,” jelasnya. (cr1/yui/gie/rng)

Update