Sabtu, 11 April 2026

Mencari Cara Atasi Keterbatasan Daya Tampung Sekolah Negeri

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, masih terus mencari skema atau solusi yang tepat untuk menga-tasi persoalan keterbatasan daya tampung sekolah negeri setiap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Andi Agung mengaku persoalan daya tampung baik di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih akan mewarnai PPDB pada tahun ajaran baru nanti. Sebab, sekolah negeri masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat. Sedangkan daya tampung sekolah negeri hingga saat ini masih terbatas.

”Tahun inipun masih bermasalah. Permasalahannya peserta didik tidak seimbang dengan ruang kelas (sekolah negeri) yang ada,” kata Andi, Kamis (2/5).

Untuk itu, Disdik telah menyiapkan beberapa solusi. Opsi pertama, menambah Ruang Kelas Baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB).

Lalu, opsi kedua melibatkan sekolah swasta, serta opsi ketigatetap menerapkan double shift. ”Opsi-opsi ini nanti akan kita lakukan bersamaan,” jelasnya.

Menurutnya, infrastruktur pendidikan memang tidak serta merta dapat digunakan karena butuh pembangunan. Sehingga solusi ini masuk pada opsi jangka panjang. Diakuinya, RKB maupun USB di beberapa wilayah memang masih kekurangan. Padahal PPDB berbasis zonasi erat kaitannya dengan ketersediaan infrastruktur tersebut.

”Sekolah negeri, terutama SMP tidak merata. Di Lubukbaja hanya satu SMP Negeri, yakni SMP 41 Batam. Bahkan ada kelurahan yang tak ada SMP (baik swasta maupun negeri),” ungkapnya.

Maka, sambungnya, untuk mengurai persoalan infrastruktur sekolah ini, Pemko Batam melakukan pemetaan sampai ada solusi untuk mengatasinya.

”Bisa saja dengan cara nambah sekolah. Apalagi, sekarang kan SMP baru sampai nomor 59. Nanti bisa juga ada SMP 60, SMP 61, dan seterusnya,” ucapnya.

Sedangkan dua opsi lainnya, yakni pelibatan sekolah swasta dan double shift paling memungkinkan untuk dilakukan saat ini. Hanya saja, opsi double shif juga dihadapkan masalah baru, yakni ketersediaan guru.

”Nanti guru juga akan kami petakan. Mana (sekolah kelebihan guru, red) kami akan pindahkan ke sekolah yang butuh. Bulan ini juga kami petakan, tapi pindahnya tak jauh dari tempat tinggalnya,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam menyikapi keterbatasan daya tampung di sekolah negeri, mendorong peserta didik ke sekolah swasta.

”Kita dorong ke sekolah swasta. Kami buka ruang partisipasi swasta. Sekolah negeri tak bisa menampung semua anak didik,” imbuhnya.

Dikatakan Amsakar, untuk opsi double shift, kini sedang dalam pembahasan di Disdik Batam.

”Jadi bisa juga double shift, jika swasta juga tak mampu. Tapi untuk daerah tertentu,” jelasnya. (iza)

Update