Sabtu, 11 April 2026

Polisi Tangkap Perempuan Karimun Terkait Peredaran Sabu di Tanjungpinang

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri mengamankan Yeny, 42. Perempuan ini diduga sebagai bandar besar sabu untuk wilayah Tanjungpinang, 25 April 2019 lalu. Perempuan asal Karimun mendapatkan pasokan sabu dari seorang WN Nigeria di Malaysia.

Perempuan yang diketahui pernah menjalani hukuman penjara di Malaysia atas kasus narkoba itu, telah cukup lama menjalani bisnis narkoba.

“Dia (Yenny,red) yang memasarkan di Tanjungpinang. Pemain besar dan penampung akhirnya,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Yani Sudarto, Kamis (2/5/2019).

Penangkapan terhadap bandar sabu Tanjungpinang ini, kata Yani, bermula diamankan seorang kurir narkoba, saldi Putra, 24 April di Pelabuhan Harbourbay, Batam. Dari tangan Saldi, Bea Cukai dan Polisi mengamankan sebanyak 673 gram sabu, yang dibawa dari Malaysia.
Saldi ke petugas kepolisian, mengaku akan menyerahkan sabu tersebut ke seseorang bandar, bernama Yeny, di Tanjungpinang.

Berbekal dari keterangan Saldi, polisi berhasil membekuk Yenny di salah satu hotel di Jalan Pasal Ikan, Tanjungpinang. Yani mengatakan berusaha untuk mengorek informasi lain, siapa saja jaringan Yeny di Tanjungpinang.

“Dari keterangan Yenny, di hari yang sama (25/4), kami berhasil mengamankan Junaidi dan Rino. Keduanya bertugas nantinya mengirimkan barang pemakai,” ungkap Yani.

Dalam menjalankan aksinya, ternyata Yenny tidak sendirian. Polisi mengetahui Yenny dibantu salah seorang tahanan narkoba di Lapas Tanjungpinang.

“Kami sudah mengantongi namanya, saudara H. Dia yang mengatur dan mengendalikan,” tutur Yani.

Ia mengatakan sudah ada beberapa nama lainnya, yang terlibat dalam jaringan ini. Dan pihak kepolisian sedang melakukan pengejaran terhadap orang-orang yang dimasukan dalam DPO (Daftar Pencarian Orang).

“Kami terus melakukan pengembangan atas kasus ini,” ucap Yani.

Terkait dengan WN Nigeria yang terlibat di jaringan Yeny ini. Yani mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantongi identitasnya. WN Nigeri ini diketahui bermukim di Malaysia.

“Aliran dananya juga sudah kami lacak, nanti kita lihat saja perkembangannya,” pungkasnya. (ska)

Update