batampos.co.id – Proses rekapitulasi suara Pemilu 2019 di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Batam dipastikan molor dari batas waktu yang ditetapkan, yakni 4 Mei 2019. Sebab hingga Kamis (2/5) kemarin, masih banyak kecamatan yang belum merampungkan pleno suara.
Di Kecamatan Sagulung, misalnya. Hingga kemarin proses rekapitulasi suara baru mencapai 30 persen. PPK Sagulung baru merampungkan pleno di satu dari enam kelurahan yang ada. Yakni untuk Kelurahan Seilekop.
Sementara pleno untuk lima kelurahan lainnya masih berjalan.
“Masih ada 380 TPS yang belum diplenokan. Prosesnya memang lamban karena banyak kendala,” ujar Ketua PPK Sagulung Herman, kemarin.
Kendala tersebut antara lain berupa banyaknya komplain para saksi. Sebab saat pleno berjalan, ditemukan kesalahan pencatatan formulir C1 Plano. Kasus seperti ini mendominasi sekitar 70 persen.
“Jadi, mustahil kalau pleno akan selesai tepat waktu,” terangnya.
Lambannya proses pleno suara tingkat PPK ini juga terjadi di Kecamatan Sekupang. Dari tujuh kelurahan yang ada, hingga kemarin baru rampung untuk tiga kelurahan saja.
Senada dengan Herman, Ketua PPK Sekupang Kusno mengatakan, lambannya proses rekapitulasi itu disebabkan berbagai faktor. Antara lain karena banyaknya protes para saksi akibat beberapa persoalan yang ditemukan. Misalnya soal formulir C1 Plano. Lalu ada juga kasus jumlah surat suara lebih banyak dari jumlah pemilih atau suara, baik suara sah maupun yang tidak sah.
“Banyak salah pencatatan di TPS-nya waktu awal. Itulah yang membuat molor penghitungan surat suara,” ujar Kusno, kemarin.
Kusno menyebut, dari tiga kelurahan yang sudah rampung plenonya, untuk pilpres pasangan Prabowo-Sandi unggul di Sekupang. Namun, Kusno menyebut itu merupakan hasil sementara.
Di Kecamatan Lubukbaja tinggal menyisakan 50 TPS lagi yang belum selesai peng-hitungan surat suaranya. Menurut Ketua PPK Lubukbaja Mukhlis, di Kelurahan Lubukbaja Kota jumlah TPS yang belum selesai penghitungan surat suara ada sebanyak 27 TPS, Tanjunguma tinggal menyisakan 14 TPS lagi, dan Baloi Indah tinggal 21 TPS lagi.
“Hambatannya karena petugas kami kan terbatas, serta petugas kami banyak yang kelelahan,” ujarnya.
Mukhlis mengatakan, dibandingkan dengan kecamatan lain di mainland, proses rekapitulasi di Kecamatan Lubukbaja lebih cepat karena sejak awal langsung dibuka tiga panel. Bahkan di hari keempat menjadi empat panel.
Di Kecamatan Bengkong, rekapitulasi suara pemilu juga dipastikan molor dari batas waktu yang ditetapkan. Hingga kemarin, baru ada dua dari empat kelurahan yang telah rampung rekapitulasinya. Yakni kelurahan Bengkong Indah dan Bengkong Laut.
Sedangkan di Kelurahan Bengkong Sadai dan Tanjungbuntung masih dalam proses penghitungan surat suara.”Tinggal 82 TPS lagi yang belum selesai,” kata Ketua PPK Bengkong Agus Dianto, kemarin.
Di Kecamatan Batam Kota, proses rekapitulasi tinggal menyisakan 80 TPS untuk dua kelurahan, yakni Kelurahan Teluktering dan Kelurahan Belian.
“Untuk Kelurahan Tamanbaloi, Sukajadi, dan Seipanas sudah selesai,” kata Ketua PPK Batam Kota Irwansyah.
Sedangkan di Kecamatan Seibeduk, progres penghitungan perolehan suara sudah mencapai 90 persen dan dipastikan Sabtu (4/5) nanti sudah selesai dan di-plenokan.
“Untuk di Mangsang tinggal 8 TPS yang belum selesai penghitungan, Tanjungpiayu tinggal 30 TPS lagi,” ujar anggota PPK Seibeduk Rumizar.
Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Batuampar. Dua hari jelang batas waktu berakhir, proses penghitungan surat suara sudah mencapai 90 persen lebih. Menurut Ketua PPK Batuampar Arson, penghitungan di Kelurahan Seijodoh dipastikan selesai, kemarin.
Tinggal Kelurahan Tanjungsengkuang yang belum selesai.
“Sabtu (4/5) dipastikan selesai,” terangnya.
Sementara Kecamatan Nongsa menjadi satu-satunya kecamatan di mainland di Batam yang sudah merampungkan rekapitulasi suara. Bahkan rekapitulasinya sudah selesai sejak Rabu (1/5) lalu.
“Semua penghitungan di empat kelurahan yakni di Sambau, Batubesar, Kabil, dan Ngenang sudah selesai semuanya,” ujar Ketua PPK Nongsa Beni.
Jumlah seluruh TPS di Kecamatan Nongsa memang tak banyak. Hanya 197 TPS. Untuk hasil pilpres, Beni menyebut pasangan Prabowo-Sandi unggul dibandingkan kandidat nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf.
Sementara untuk pileg DPRD Kota Batam, dipastikan dimenangkan para caleg petahana. Seperti M Yunus dan Ruslan M Ali Wasyim.
Sedangkan proses penghitungan suara di tiga kecamatan hinterland seperti di Bulang, Galang, dan Belakangpadang, semuanya sudah rampung dan tinggal menunggu diplenokan di tingkat KPU Kota Batam pada Sabtu (4/5) besok.
Terpisah, Ketua KPU Batam Syahrul Huda membenarkan, hingga kemarin memang baru empat kecamatan yang telah merampungkan proses rekapitulasi. Yakni Kecamatan Galang, Bulang, Nongsa, dan Belakangpadang.
“Nanti malam sepertinya menyusul kecamatan lain seperti Batam Kota dan Batuaji. Kami prediksi proses penghitungan bisa rampung hingga malam nanti,” sebutnya.
Syahrul mengatakan, KPU Batam akan melaporkan hambatan atau kendala selama proses pelaksanaan rekapitulasi surat suara di tingkat kecamatan ke KPU Provinsi Kepri.
“Masih banyak (kecamatan) yang belum rampung karena banyak hambatan. Ini yang mau dilaporkan ke KPU provinsi untuk langkah selanjutnya seperti apa,” ujar Syahrul.
Dijelaskan Syahrul, berdasarkan situasi dan kondisi di PPK saat ini proses rekapitulasi kemungkinan besar akan molor dari jadwal 14 hari kerja itu. Itu karena masih banyak kecamatan yang belum rampung dan bahkan baru berjalan separuh dari seluruh total TPS yang ada. Sagulung misalkan dari 582 TPS baru sekitar 170-an yang diplenokan. Sisanya tak mungkin terkejar dalam dua hari ke depan. (gas/eja/une)
