Jumat, 17 April 2026

Suplai Listrik di Batam Kembali Normal pada 5 Mei Mendatang

Berita Terkait

Proses instalasi turbin mesin pembangkit.

batampos.co.id – Mesin gas turbin yang akan ditempatkan di Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Panaran yang disewa dari Skotlandia telah tiba di Batam, Selasa (30/4). Saat ini, tim Bright PLN Batam dan pengelola PLTG Panaran, PT Mitra Energi Batam (MEB) tengah menggesa proses instalasi mesin tersebut.

”Mesin tiba di (Pelabuhan) Batuampar 30 April lalu dan mulai dipasang 1 Mei. Hari ini (kemarin) proses pemasangan instrumen dan kontrol,” kata Humas Bright PLN Batam Yoga Perdana, Kamis (2/5).

Selanjutnya, pada hari ini (3/5) hingga esok hari (4/5), PLN Batam akan melakukan proses testing dan commisioning.

”Listrik akan normal pada 5 Mei mendatang. Kami coba menggesanya sehari sebelum bulan puasa,” ungkapnya.

Proses perbaikan mesin gas turbin di PLTG Panaran akan selesai bersamaan dengan proses pemeliharaan pembangkit di Tanjungkasam. Sehingga, Yoga mengklaim suplai listrik akan mengalami surplus.

”Kami tak berjanji, suplai akan normal pada 5 Mei nanti. Tapi akan kami usahakan semua selesai pada 5 Mei nanti,” ujarnya.

Sebelumnya, Manager Operasi PLTG Panaran Benediktus Lilik Arie Susetyo menjelaskan, kerusakan pembangkit berada di bagian gas generator. Saat beroperasi, salah satu blade (bilah)-nya patah. Blade tersebut terlempar ke turbin sehingga menyebabkan kerusakan parah.

”Di gas generator, ada yang patah di besinya yang merupakan titanium sehingga merusak komponen lain. Jadi harus ganti baru,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, penyebab patahnya blade tersebut masih diteliti oleh perusahaan Roll Royce dari Inggris setelah PT MEB yang mengelola PLTG Panaran mengirimnya ke negeri Ratu Victoria tersebut.

Jika memperbaiki mesin tersebut, maka akan membutuhkan waktu setahun. Sehingga, PLN Batam dan MEB memutuskan untuk menyewa mesin pengganti dari Skotlandia. (leo)

Update