
batampos.co.id – Aldi, 47, warga Tanjunguncang, Batuaji kehilangan uang Rp 7 juta.
Ia diperdaya oleh penelpon misterius, Sabtu (4/5/2019) sore.
Apes ini bermula dari sebuah panggilan telepon yang masuk ke ponsel anroidnya. Penelpon mengaku salah satu kenalan korban dan meminta bantuan korban untuk mengisikan pulsa sebesar Rp 1 juta ke dua nomor yang berbeda. Kepada korban, pelaku mengaku menemukan tas berisi sejumlah uang berserta perhiasan emas yang nilai mencapai belasan juta di salah satu SPBU.
Pelaku mengaku bisa membawa pulang tas bersisikan uang dan perhiasan tadi namun harus terlebih dahulu mengisi pulsa ke dua petugas SPBU yang mengetahui temuan tas tadi.
“Katanya kalau lolos dari SPBU mau dibagi dua hasil temuan itu,” ujar Aldi.
Sepeti terhipnotis, Aldi mengaku tak curiga sama sekali jika itu aksi penipuan. Diapun mengisi pulsa yang diminta pelaku ke dua nmr yang berbeda-beda dengan total Rp 1 juta.
Merasa bisa diperdayai, pelaku lantas berdalih lagi bahwa saat dia akan keluar dari SPBU, pimpinan SPBU dan seorang anggota polisi menahannya karena mengetahui jika dia membawa pulang tas yang bukan miliknya. Untuk lolos dari pimpinan SPBU dan Polisi tadi, pelaku memintah korban untuk transfer uang sebesar Rp 6 juta untuk pimpinan SPBU dan Polisi.
“Katanya polisi dan pimpinan SPBU minta masing-masing Rp 3 juta,” katanya.
Lagi-lagi permintaan pelaku dituruti korban. Selang sejam kemudian, pelaku kembali menelponnya dan meminta lagi Rp 3 juta sebab ada anggota polisi lain yang mengetahui penemuan tas tersebut, namun permintaan ketiga ini membuat korban sadar bahwa dia sudah tertipu.
“Disitu baru saya sadar. Tapi posisi uang yang Rp 6 juta dan pulsa Rp 1 juta sudah saya kirim,” ujarnya.
Tak terima dengan kejadian itu, Aldi mengaku ke Mapolsek Batuaji dengan harapan pelaku bisa ditangkap.
Aksi penipuan serupa bukan yang pertama kali. Sudah banyak yang jadi korban sehingga menanggapi kejadian pihak kepolisian setempat lebih menekankan nadah himbauan. Polisi berharap agar masyarakat lebih bijak lagi kedepannya sebab modus penipuan via telepon dan media sosial semakin marak dengan modus yang beragam.
“Jangan sampai terperdaya dengan modus apapun. Berpikir logis saja, kalau memang mau transaksi cek dulu kebenaran sekalipun itu orang terdekat atau pimpinan kita,” imbau Kapolsek Batuaji Kompok Syafruddin Dalimunthe. (eja)
