batampos.co.id – Jajaran Polda Kepri menggelar razia narkoba di daerah Kampung Aceh, Seibeduk, Sabtu (4/5). Polisi tidak menemukan sabu dalam razia ini. Hanya alat hisap sabu, bungkus sabu, mancis, timbangan digital, dan senjata tajam.
“Kampung Nusantara (Kampung Aceh) ini, kami razia tadi pagi dengan jumlah anggota sebanyak 33 orang,” kata Direktur Narkoba Polda Kepri Kombes Yani Sudarto.
Razia yang dilakukan dari pukul 07.00 hingga 10.30 tersebut, sempat menarik perhatian masyarakat sekitar. Tidak ada warga yang diamankan dalam razia tersebut.
“Razia yang kami gelar cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadan,” ungkapnya.
Sebelum menggelar razia di sini, Polda Kepri, Kamis (2/5) lalu juga sudah melakukan razia di pelabuhan internasional Batam Center. Sasarannya adalah penumpang yang baru datang dari Malaysia. Malam harinya, kepolisian melanjutkan razia ke bebera-pa tempat hiburan di kawasan Nagoya, Lubukbaja. Di sini pihak kepolisian juga tidak mendapati satu orang pelaku penyalahguna narkoba.
Ke depan, menurut Yani, razia ini akan rutin dilakukan. Apalagi pihak kepolisian ingin menciptakan suasana kondusif selama Ramadan.
“Tentunya kegiatan cipta kondisi ini akan dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Seorang warga Kampung Aceh, Rudi mendukung razia yang dilakukan pihak kepolisian. Ia meminta agar razia di sana rutin dilakukan. Ini penting untuk menekan angka kejahatan di sana.
“Efek dari narkoba ini sangat banyak. Kalau pun tak ada yang ditahan, menurut kami kalau sering dilakukan razia, maka akan menekan jumlah peredaran narkoba,” katanya. (ska)
