
batampos.co.id – Harga komoditas lauk pauk seperti ayam potong dan telur ayam buras terus meroket jelang masuknya bulan Ramadan. Saat ini, harga telur ayam per papan yang berisi 30 butir berkisar Rp 40-46 ribu, dari harga sebelumnya Rp 34-36 ribu.
Seperti di Pasar Botania 1 Batam Center, telur dijual Rp 41-46 ribu per papan. Jika pelanggan membeli 10 butir telur, harganya berkisar antara Rp 14.000-16.000.
”Harga telur memang naik drastis. Beli per papan lebih murah,” ujar salah satu pedagang, Asniati.
Wanita berusia 40 tahunan ini tak tahu persis penyebab harga telur naik. Namun, menurutnya jelang Ramadan sudah jadi kebiasaan harga telur naik. Apalagi, permintaan telur meningkat dibanding hari biasa.
”Dari pemasoknya memang tinggi. Naiknya baru tiga hari ini,” imbuhnya.
Kenaikan harga telur membuat sejumlah pelanggannya kaget. Sebab, kenaikan cukup signifikan. Bahkan, banyak warga batal membeli telur saat tahu harganya mahal.
”Pada bilang kemarin belinya segini, kok sekarang naiknya jauh banget. Ya saya jelaskan, kalau saya cuma mengikuti harga pasar,” jelasnya lagi.
Begitu juga di pasar Mega Legenda dan Mitra Raya, Batam Center. Harga telur dijual sejumlah pedagang berkisar Rp 40-44 ribu per papanya. Tyas, warga Batam Center mengaku kaget mendapati harga telur naik drastis. Padahal, tiga hari lalu ia masih membeli telur Rp 12.500 per papanya.
Selain telur, harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Batam juga cukup tinggi. Harga ayam dijual mulai dari Rp 38-43 ribu per kilogram (Kg).
Pedagang ayam potong, Agus mengatakan, kenaikan harga daging ayam ras seiring dengan momentum masuknya bulan suci Ramadan yang diiringi kenaikan permintaan. Bahkan, kenaikan harga sudah terjadi jauh hari sebelumnya.
”Kadang-kadang momen seperti ini kerap dimanfaatkan untuk menaikkan harga,” ujar dia.
Sementara itu, berdasarkan hasil survei pasar yang dirilis Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam diketahui harga telur ayam ras masih tinggi yakni di harga Rp 40 ribu hingga Rp 43 ribu per papan. Sementara itu, harga daging ayam berkisar antara Rp 38-43 ribu per kg.
”Cepat banget naiknya,” tuturnya.
Adi, warga Batuampar yang berbelanja untuk kebutuhan jelang masuknya bulan Ramadan mengaku kaget dengan kenaikan berbagai harga barang, termasuk lauk pauk. Ia yang sebelumnya mengaku membeli ayam seharga Rp 38 ribu per kg, kaget karena kemarin harga yam sudah mencapai Rp 40 ribu.
”Mungkin karena banyak yang mau berpuasa dan menyiapkan bahan-bahan untuk persediaan, jadi harga barang di pasar juga ikut tinggi,” ia menerka.
Meski harga mahal, mau tak mau ia tetap harus membeli lauk pauk tersebut karena untuk persiapan sahur pada malam harinya.
”Soalnya kalau enggak ada lauk, biasanya malas mau sahur,” katanya sembari terkekeh. (she/rng)
