batampos.co.id – Warga Batam mengeluhkan pemadaman listrik. Apalagi pemadaman listrik dilakukan di bulan Suci Ramadan.
“Janjinya saya dengar di koran kemarin sampai tanggal 5 Mei. Bulan Ramadan katanya tak mati lagi (listrik). Tapi nyatanya PLN Batam ingkar janji,” keluh Rahma, warga Marina Sekupang, Selasa (7/5/2019).
Sementara itu warga lain, Mario juga mengeluhkan pemadaman listrik di awal Ramadan.
“Nggak ada angin, nggak ada hujan, listrik di padam,” katanya.
“Apa belum cukup kenaikan tarif kemarin. Hingga harus bikin pemadaman bergilir lagi,” sesalnya.
Anggota Komisi II DPRD Batam Hendra Asman mengatakan, PLN Batam sebagai satu-satunya penyuplai listrik untuk Kota Batam harus bertanggung jawab akan semua ini. Jika dirasa defisit, PLN harus berupaya tambah daya, jika PLN Batam tidak sanggup, minta bantuan PLN Pusat, masalah kelistrikan di Batam harus segera diakhiri.
“Apapun cerita pemadaman ini harus diakhiri. Batam ada kota maju dimana pertumbungan ekonominya sedang mulai merangkak naik, Batam adalah pintu masuk Luar negeri. Jangan sampai dengan pemadaman-pemadaman seperti ini mengganggu ekonomi Batam sendiri,” tegas Hendra.
Ia menambahkan, listrik adalah kebutuhan dasar yang wajib disediakan uuntuk keberlangsungan semua ini, kondisi seringnya mati Listrik di beberapa pekan ini sungguh menggganggu semua aktifitas masyarakat.
“Apalagi sekarang masuk Bulan Suci Ramadan, PLN harus tanggung jawab, masalah kelistrikan di Kota Batam harus segera diakhiri,” tegasnya. (rng)
