Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1440 Hijriah.

Tak terasa, sudah dua kali Ramadan saya berada di Batam. Alhamdulillah, dua-duanya dijalankan bersama keluarga tercinta. Namun, situasinya masih begitu-begitu saja. Susah.
Banyak harapan dilontarkan menyambut bulan ini. Banyak yang berdoa demi kebaikan. Terutama demi Batam yang kita cintai.

Di tengah suramnya kondisi ekonomi di Batam, kabar baik muncul. Meskipun baru sekadar kabar. Belum tentu benar realisasinya. Apa itu? Beberapa waktu lalu komposisi struktur organisasi dan tata kerja Badan Pengusahaan (SOTK BP) Batam dibentuk.


Kabarnya, Wali Kota Batam menjabat sebagai ex officio kepala BP Batam.

Dia didampingi seorang wakil dan empat deputi. Mohon maaf jika kali ini saya menggunakan kata ‘kabarnya’. Karena, lagi-lagi, semua belum bisa dipastikan selama belum ada pelantikan.

Semua menanti nasib BP Batam. Mau diapakan Batam ini nantinya. Semua sama-sama menunggu. Tidak hanya pelaku usaha, namun juga pemerintah dan masyarakat.

BP Batam merupakan lokomotif pembangunan ekonomi di kawasan yang beranda di serambi ASEAN. Apa yang terjadi di dalamnya, tentu menjadi sorotan. Jadi perbincangan hangat. Karena ini terkait kepastian investasi.

Jadi, apakah mau ex officio atau tidak, mau tetap dijabat orang pusat atau tidak, terserah. Saya pikir pemerintah pusat punya banyak pemikir yang dapat mengkaji, mana yang terbaik. Yang penting, kepastian.

Kepastian mencakup semua. Dari soal perizinan, ketentuan, regulasi, kenyamanan, dan lainnya. Sehingga, investor semakin yakin untuk berinvestasi dan menanamkan modalnya di Batam.

Presiden ke-3 RI, BJ Habibie bahkan sangat optimistis Batam masih memiliki daya saing. Punya nilai jual. Bahkan mampu bersaing dengan Singapura dan Malaysia. Tinggal mengembalikan ke jalan yang benar.

Habibie masih yakin, Batam bisa menjadi kawasan basis kekuatan ekonomi berskala dunia dan menjadi lokomotif ekonomi nasional. Masih ada secuil keyakinan. Masih ada harapan.Namun lagi-lagi, jawaban dari itu semua adalah menanti kepastian. Apakah seperti ini, diubah atau diapakan BP Batam itu, hanya pemerintah pusat yang tahu.

Biasanya, doa di bulan Ramadan itu manjur. Tidak ada salahnya jika kita semua bersama-sama memanjatkan doa kepada Sang Pencipta, agar perekonomian Batam menuju arah positif. Tumbuh. Semakin lebih baik lagi.

Menarik kita tunggu. Apakah BP Batam dipimpin orang pusat seperti sebelumnya, atau wali kota sebagai ex officio. Atau justru akan ada kejutan lain. Selamat menanti. (*)

Loading...