
foto: batampos.co.id / bobi
batampos.co.id – Plastik menjadi simbol kepraktisan. Hampir semua produk memanfaatkan plastik sebagai kemasan. Ujungnya sampah. namun tak semua plastik laku untuk dijual kembali.
Mari kita tengok di satu pengepul limbah plastik.
Di lokasi milik warga berinisial N, 42, ini juga menghadirkan fakta lain, dimana ada bagian lain dari botol plastik ini yang tidak didaur ulang.
N menjelaskan, setelah menerima botol plastik dari para pemulung, ia harus melakukan sortir dengan membuang bagian label dari semua jenis botol yang dibelinya. Label yang juga berbahan plastik ini tidak dinginkan oleh pembeli botol untuk didaur ulang.
Label-label tersebut, lanjut N, menjadi sampah yang langsung akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Kulit botol (Label produk) gak dijual, langsung jadi sampah,” kata N ketika ditemui saat ia tengah melepas label tumpukan plastik di sekitar lapaknya pada Senin (6/5).
N mengaku tidak bisa menjelaskan secara pasti berapa banyak label yang menjadi sampah dari lapaknya ini dalam sehari, akan tetapi jumlah sampah plastik yang bersumber dari label yang tidak mengalami proses daur ulang ini cukup banyak, jika dikaitkan dengan rentang waktu ia sebagai pengepul yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun belakangan.
Wanita yang mengenakan kain sebagai tutup kepalanya dari panas matahari ini juga menjelaskan, jika banyak sedikitnya plastik yang didapat juga berpengaruh pada aktivitas masyarakat. Jika ada kegiatan-kegiatan besar, biasanya pasti jumlah plastik yang didapat akan lebih banyak. Seperti masa-masa kampanye pada pemilu 2019 yang belum lama ini usai.
Selain itu, N juga mengaku membeli kantong plastik bekas untuk, akan tetapi tidak semua plastik diinginkan pembeli yang memaksanya juga tidak membeli plastik-plastik tersebut. Ia hanya membeli kantong plastik bening sejenis kresek, sementara plastik bahan pembungkus sampo saschet, sabun isi ulang dan sejenisnya tidak mendapat tempat untuk proses daur ulang melalui dirinya.
Ia mengaku tidak mengerti apakah pengepul lain juga melakukan hal serupa, karena memang tiap pengepul memiliki pembeli yang juga berbeda-beda. (bbi)
