
batampos.co.id – Pengerjaan proyek jalan yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batam 2019 mulai dikerjakan pada pekan ketiga Mei 2019.
”Minggu depan kita mulai bekerja. Insya Allah,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Manusia (DBM SDA) Kota Batam Yumasnur, Selasa (7/5/2019).
Ia mengatakan, secara umum jika merujuk pada tahun anggaran, pengerjaan proyek fisik harus rampung pada Desember atau akhir tahun.
”Itu secara umum. Tapi kalau dilihat per paket masa kontraknya berbeda-beda. Tapi kami berharap walau tahun anggaran hingga Desember, kami ingin November sudah rampung,” papar dia.
Ia memaparkan, sejumlah proyek lanjutan seperti jalan Simpang Kabil-Masjid Agung, jalan depan Edukit, Simpang Patung Kuda-Bengkong, Polsek Lubukbaja-Simpang Baloi Center, simpang Baloi Center-Simpang Apartemen Harmoni, dan juga Simpang Baloi-Simpang Kampung Nelayan.
”Yang baru seperti depan Yos Sudarso ke simpang Pak Datuk (dekat Arsikon). Ini dulu yang kami lebarkan karena masih satu jalur. Kalau ke arah Sekolah Global kami akan lakukan bertahap. Titik lain yang baru yakni dari simpang KDA ke arah jalan Sudirman,” paparnya.
Ditanya perihal proyek jalan oleh Pemerintah Provinsi Kep-ri, seperti lanjutan pelebaran jalan dari Simpang Frengky-Simpang Gelael-Terowongan Pelita, juga akan dilanjutkan tahun ini.
”Hanya saja kapan mulai, saya belum cek jadwal lelangnya. Masih dalam proses lelang kayaknya,” pungkas dia.
Terhambat Bangunan Liar
Pelebaran ruas Jalan R Suprapto yang menghubungkan antara Kecamatan Sagulung dan Batuaji sudah mulai dikerjakan. Seperti di depan U-turn Pasar Melayu, Batuaji, Selasa (7/5).
Namun, rencana penertiban bangunan liar di Simpang Barelang, Sagulung untuk proyek pelebaran jalan belum kunjung terealisasi.
Pantauan batampos.co.id, pengendara yang melintasi ruas jalan Simpang Barelang kerap mengalami kemacetan terutama pada jam sibuk kerja.
Hal ini disebabkan ruas jalan mengecil karena bahu jalan digunakan oleh kios-kios liar.
Erlangga, warga di sekitar lokasi mengatakan arus lalu lintas dari arah Mukakuning hingga Simpang Barelang selalu padat pada jam-jam sibuk.
”Bangunan (kios liar) ini mempersempit ruas jalan, ini yang menyebabkan macet setiap harinya, terutama pada saat jam sibuk kerja,” katanya.
Selain macet lanjut Erlangga, keberadaan kios liar dinilainya kurang bagus karena merusak estetika kota.
Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga beberapa waktu sebe-lumnya menyatakan akan segera menertibkan setelah pemilihan umum. Namun, berhubung memasuki bulan suci Ramadan, belum ada upaya penertiban.
”Kalau instruksi untuk penertiban belum ada, masih dalam surat peringatan saja, karena dalam bulan Ramadan ini masih fokus ke kegiatan keagamaan dulu,” ujar Sekretaris Satpol PP Batam Fridkalter. (Adiansyah/Azis)
