Selasa, 14 April 2026

Tingkatkan Pengawasan Pasar Murah

Berita Terkait

batampos.co.id – Harga pangan di Batam terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir, terutama saat memasuki bulan suci Ramadan 1440 hijriah. Pemerintah Kota (Pemko) Batam pun terus melakukan pengawasan dan intervensi pasar, seperti porgram pasar murah.

”Pengawasan tetap dilakukan agar tidak terjadi gejolak harga-harga kebutuhan pangan di pasaran,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam Sri Miranthy Adisthy, Selasa (7/5).

Selain pengawasan, Pemko Batam juga dilakukan intervensi pasar. Yakni menggelar pasar murah pada 10 kecamatan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam, serta menggandeng distributor pangan.

”H-3 sudah kami gelar (pasar murah, red). Nanti H-3 Lebaran juga akan kami gelar lagi,” imbuhnya.

Dikatakannya, pada rapat bersama distributor pangan se-Batam yang dipimpin langsung Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (7/5) pagi, mencuat rencana pasar murah juga digelar di pertengahan Ramadan.

”Tadi (kemarin) juga sudah rapat, mungkin akan ada lagi (pasar murah, red) di tengah puasa ini,” ungkapnya.

Penambahan jadwal ini, setelah Wali Kota Muhammad Rudi menyampaikan keinginan agar pertengahan Ramadan juga harus ada pasar murah.

”Kan ada kekosongan waktu di pertengahan Ramadan. Saya mau agar di antara waktu yang kosong itu, operasi pasar tetap terlaksana. Dan, distributor juga mendukung rencana ini,” kata Rudi usai rapat bersama distributor bahan pokok kemarin.

Rudi mengatakan harga jual bahan pokok melalui operasi pasar TPID ini di bawah harga jual di pasaran. Seperti beras Bulog, gula, daging sapi beku, telur, bawang merah, bawang putih, cabai merah, kentang, sayur, ikan, mentega, tepung, minyak goreng, susu, minuman, dan ketupat instan.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

”Jadi sembako yang dijual sesuai dengan harga modal. Mereka tidak mendapat untung, karena pemerintah membantu (mensubsidi) mereka,” sebutnya.

Selanjutnya untuk jadwal pelaksanaan dan tempat operasi pasar pada pertengahan Ramadan nanti, akan dikoordinasikan dengan camat dan lurah. Selanjutnya, camat dan lurah akan menginformasikan ke warga kapan waktu dan tempat pelaksanaan.

”Untuk stok, laporan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mardanis, aman,” katanya.

Dari 34 distributor yang terdaftar di Pemko Batam, yang hadir dalam rapat kemarin sebanyak 26 distributor. Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin menyampaikan akan segera diatur jadwal untuk pelaksanaan operasi pasar dengan melibatkan camat dan lurah.

”Nanti Bagian Perekonomian akan rapat dulu, setelah itu kita akan kembali bahas bersama dengan camat dan lurah. Sesuai arahan pimpinan agar kegiatan ini benar-benar tepat sasaran,” tuturnya.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepri Kombes Polisi Rustam Mansur mengaku pihaknya akan terus ikut andil dalam upaya mencegah gejolak harga dan menekan harga pangan.

”Kami akan terus awasi harga di pasaran. Apabila ditemukan melanggar aturan akan ditindak secara hukum,” tegas pria yang juga menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri ini. (iza)

Update