Masyarakat berburu takjil di Kota Batam. Foto: batampos.co.id  / Cecep Mulyana

batampos.co.id – Ramadan tiba. Penjual kudapan takjil pun ramai menggoda kala menjelang senja, siap – siap berbuka.

Eits… tunggul dulu.. ada pesan khusus nih.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau (Kepri), Yosef Dwi Irawan mengingatkan kepada masyarakat Kota Batam agar waspada dan awas akan hadirnya makanan yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan.


Adapun bahan-bahan berbahaya yang digunakan pada pangan diantaranya rodhamin B (bahan pewarna), formalin (pengawet), dan borax (pengenyal).

Kata dia, ketiga bahan berbahaya itu bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit. Seperti kanker hati, kanker saluran kemih dan kandung kemih, dan kerusakan ginjal.

“Bahan-bahan ini sudah dilarang oleh organisasi kesehatan dunia (WHO),” kata Yosef ketika dihubungi batampos.co.id Rabu (8/5/2019). Yosef menjelaskan, masyarakat dapat mengenali beberapa ciri makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya tersebut secara kasat mata.

Kata Yosef, meski tidak akurat 100 persen paling tidak bisa membantu masyarakat tahu akan produk yang akan mereka beli.

“Ciri makanan mengandung Rodhamin B (bahan pewarna), warna makanan berwarna merah mencolok, banyak memberikan titik-titik karena tidak homogen,” ujarnya.

Yosef menyontohkan, makanan yang perlu diwaspadai menggunakan bahan berbahaya tersebut adalah kerupuk, es puter, dan gulali. Selain warna merah, bahan pewarna berbahaya ada dalam warna kuning yang mengadung zat Methanil Yellow.

Zat berbahaya ini bisa diwaspadai penggunaannya pada produk kerupuk dan tahu. Sementara itu formalin yang digunakan dengan cara dilarutkan dalam air biasanya digunakan untuk mie basah atau tahu. Formalin lanjutnya dapat menyebabkan iritasi, alergi, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut, dan mual.

Menurut Yosef, ciri-ciri mie yang mengandung formalin tidak rusak sampai dua hari, bau agak menyengat, tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibanding mie normal.

Sementara pada produk tahu, cirinya tidak rusak sampai tiga hari, keras tapi tidak padat, dan permukaan tahu jadi lebih kering.

Sedangkan pada produk bakso, tekstur sangat kenyal dan mengkilat, bau menyengat, dan tidak rusak sampai lima hari.

“Ciri makanan yang mengandung Borax (pengenyal) tekstur agak kenyal, biasanya lebih mengkilap tidak lengket dan tidak cepat putus dan jika diaplikasikan pada produk bakso tekstur sangat kenyal dan warna cenderung putih,” katanya.

Sedangkan pada produk kerupuk teksturnya sangat renyah dan dapat memberikan rasa getir di pangkal lidah.

Borax lanjutnya merupakan produk bersifat antiseptik dan pembunuh kuman. Borax banyak digunakan untuk bahan pengawet kayu dan anti jamur.

Selain zat berbahaya pada makanan ini, Yosef menjelaskan bahwa pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan pembungkus kemasan makanan.

Pembungkus yang memang tidak diperuntukan untuk makanan biasanya mengandung zat-zat yang juga mengganggu kesehatan.

“Pembungkus seperti koran dan majalah, itu mengandung timbal dan karbon. Kalau terkena minyak panas atau sebagainya mudah berpindah ke makanan sehingga berbahaya,” kata Yosef lagi.(bbi)

Loading...