”PERMUKAANNYA nyaman untuk bagian belakang paha. Ketika sudah selesai, penyiramnya bekerja seperti sebuah mantra.” Pernyataan itu dilontarkan jurnalis The Guardian, Adam Gabbatt, setelah mencoba toilet karya seniman Maurizio Cattelan tersebut.

Gabbatt mendapat kesempatan istimewa. Dia menjadi orang pertama yang buang air besar di toilet emas buatan Cattelan.



Toilet yang terbuat dari emas murni 18 karat itu memang sedang diuji coba. Bisa atau tidak ia berfungsi seperti toilet normal pada umumnya. Sebab, pada 12 September–27 Oktober nanti, toilet tersebut dipamerkan di Blenheim Palace, Oxfordshire, Inggris. Itu adalah rumah kelahiran mendiang PM Inggris, Winston Churchill.

Pameran kali ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab, nanti pengunjung bisa mencoba untuk duduk dan benar-benar pipis atau berak di toilet tersebut. Mereka bisa merasakan sensasi buang air di atas toilet emas buatan seniman kenamaan.

Kesempatan itu tentu sangat langka. Bahkan, bagi keluarga Marlborough yang sudah tinggal turun-temurun di istana mewah Blenheim selama 300 tahun.

”Meski lahir dengan sendok perak di mulut, saya belum pernah berak di toilet emas. Jadi, saya menantikan momen itu,” ujar pendiri Blenheim Art Foundation, Edward Spencer-Churchill. Dia adalah saudara tiri Duke of Marlborough James Spencer-Churchill.

Toilet yang diberi nama America tersebut dipamerkan ke publik pada 2016 di Guggenheim Museum, New York, AS. Kala itu, sekitar 100 ribu orang datang ke museum tersebut hanya untuk melihat toilet emas itu. Mereka bahkan rela mengantre hingga 2 jam sebelum diperbolehkan untuk mendekat dan foto-foto dengan America.

Saat itu toilet tersebut hanya untuk dipamerkan. Tidak dipakai sungguhan. Orang-orang berfoto untuk mengunggahnya di Instagram dan Twitter disertai dengan humor. Beberapa di antaranya tentang Presiden AS Donald Trump. Toilet itu dibuat sebelum Trump berkuasa. Tapi, karena dia senang dengan hal-hal yang berbau emas, orang-orang menghubungkan toilet tersebut dengannya.

Setahun setelah America dipamerkan, Gedung Putih mengirimkan surat elektronik ke Guggenheim. Mereka ingin meminjam lukisan Vincent van Gogh yang berjudul Landscape with Snow. Namun, permintaan tersebut ditolak. Mereka justru ditawari untuk meminjam toilet emas itu saja.

Saat America dipamerkan di Guggenheim, penjaga harus mengelapnya dengan cairan antiseptik 15 menit sekali. Padahal, saat itu toilet tersebut hanya dipakai untuk berfoto. Belum diketahui pembersihan seperti apa yang bakal dilakukan ketika toilet tersebut dipasang di Blenheim Palace.

Edward mengungkapkan, keamanan di sekitar toilet akan ditingkatkan. Namun, belum ada keputusan apakah nanti memakai sistem antrean atau pemesanan lebih dulu. Sebab, orang yang buang hajat tentu tidak akan nyaman jika tahu di luar kamar mandi ada puluhan orang yang sedang menunggunya keluar. Berapa lama waktu yang diperbolehkan untuk menggunakan toilet itu juga belum diputuskan.

”Kami ingin orang-orang menikmati waktunya di sana, tapi juga tidak terlalu lama, jika itu memungkinkan,” ujarnya seperti dikutip The Guardian.

America akan dipasang di kamar mandi di seberang kamar tempat Winston Churchill dilahirkan. (sha/c10)

Loading...