
batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Batam menghapus penjualan tiket non seat dan dispensasi penumpang jelang mudik Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Juni mendatang.
Kepala Operasional Pelni Batam, Dicky Dermawandi, mengatakan penghapusan tiket non seat dan dispensasi ini bertujuan untuk kenyamanan dan keamanan selama pelayaran berlangsung.
Ia menyebutkan permintaan tiket jelang Lebaran terus meningkat. Untuk itu, jumlah penumpang yang akan diberangkatkan juga harus dibatasi sesuai dengan kemampuan armada.
”Ini untuk keselamatan pelayaran. Jadi kami tidak menjual tiket non seat lagi. Pusat juga menghapus dispensasi yang selama ini diterapkan,” kata Dicky, Rabu (8/5/2019).
Setelah penghapusan untuk satu kali keberangkatan kapal akan mengangkut penumpang sesuai kapasitas seat dan tempat tidur di atas kapal.
Untuk itu, pihak Pelani juga menambah frekuensi keberangkatan. Selain itu, nanti di saat puncak arus mudik ada kapal bantuan juga untuk mengangkut penumpang.
”Jadi tiket yang tersedia sesuai dengan kursi dan kamar yang tersedia. Nanti penumpang bisa memilih mau yang ekonomi atau kelas,” ungkapnya.
Dicky menambahkan untuk kapasitas KM Kelud saat ini sebanyak 2.607 penumpang. Sebelumnya, KM Kelud mengangkut penumpang mencapai tiga ribu lebih setelah ditambah dengan dispensasi.
”Sekarang kapal kan sudah tingkat. Sehingga lebih nyaman buat penumpang. Jadi yang mau mudik silakan pesan tiket dari sekarang dari pada kehabisan karena pembatasan ini,” imbaunya.
Bagi calon pemudik yang akan menggunakan jasa Pelni, sudah boleh memesan tiket mulai saat ini. Konter melayani penjualan dibuka setiap hari.
Masih kata Dicky, soal harga tiket masih sama alias tidak mengalami kenaikan. ”Untuk Belawan masih Rp 220 ribu dan Jakarta Rp 313 ribu. Kalau nanti kehabisan kami minta maaf karena tidak bisa mengangkut penumpang sebanyak seperti sebelumnya,” ucapnya.(yuli)
