foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Memasuki awal bulan puasa di 2019 ini, arus pengiriman barang keluar Batam belum mengalami peningkatan signifikan. Meskipun demikian, pergerakan ke arah itu sudah mulai terlihat. Hal itu disampaikan oleh Account Executive PT. POS Indonesia cabang Batam, Fachrurrazi saat ditemui di kantornya pada Kamis (9/5).

Dalam kondisi normal, PT.POS cabang Batam biasanya melayani pengiriman barang hingga 12 ribu item per hari.

“Sekarang ini belum meningkat signifikan, tapi sudah ada peningkatan dari hari biasa,” kata Fachrurrazi menjelaskan.

Saat ini, lanjut Fachrurrazi, pihaknya masih mematangkan persiapan untuk menghadapi peak season yang diprediksi akan terjadi pada H-7 lebaran. Menyiapkan tenaga dan transportasi, khususnya jatah barang yang akan masuk kargo pesawat.

Sementara untuk penambahan personil sendiri, Fachrurrazi mengaku pihaknya masih akan melihat situasi menjelang peak season terlebih dahulu, jika nantinya diperlukan, maka akan dilakukan penambahan.

Account Executive PT. POS Indonesia cabang Batam, Fachrurrazi

“Saat ini kami berjalan seperti biasa, pada dasarnya tidak ada strategi khusus untuk menghadapi peak season,” tutur laki-laki berkacamata ini.

Terkait dengan penumpukan barang sendiri, saat ini hal tersebut sudah tidak jarang terjadi. Sistem di Kantor POS dan Aplikasi Ciesa Bea Cukai (BC) yang sudah harmonis menjadi alasan utama lancarnya pengiriman barang keluar Batam.

Sebelumnya, pada Februari 2019 lalu terjadi penumpukan barang yang cukup berdampak pada masyarakat. Layanan pengiriman saat itu tidak bisa melayani paket kilat karena seringnya terjadi penundaan pengiriman barang.

“Penumpukan pada februari lalu karena ada proses integrasi sistem kita dengan BC Batam. Diimplementasikan di Februari, saat itu sering terjadi mis dan terjadi penumpukan. Sekarang sudah tidak ada lagi dan lancar,” kata Fachrurrazi lagi.

Lebih jauh, Fachrurrazi menjelaskan, persoalan yang sampai saat ini belum terselesaikan adalah soal penerbangan. Dimana seringnya terjadi pembatalan berdampak langsung pada alur pengiriman barang keluar Batam.

“Saat satu maskapai melakukan pembatalan, berpengaruh langsung pada kita dan yang lain. Karena kita sudah booking di rute-rute penerbangan, kalau satu batal tentu terjadi penumpukan,” kata Fachrurrazi lagi. (bbi)