Gabriela Michetti, Wapres Argentina bersalaman dengan Wapres RI, Jusuf Kalla. Kecelakaan mobil memaksa Michetti duduk di kursi roda sejak 1994.

TAK ada asisten atau ajudan yang mendorong kursi rodanya. Dia melakukannya sendiri saat memasuki Istana Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (7/5) lalu.
Sang tuan rumah, Wapres Jusuf Kalla (JK), menyambutnya dengan hangat. Mengisi buku tamu sejenak. Sebelum keduanya masuk ke dalam ruang pertemuan untuk menghelat pertemuan tertutup.
“Ada banyak pengusaha Argentina yang tertarik untuk menanamkan modal di Asia Tenggara. Khususnya di Indonesia,” tuturnya dalam bahasa Spanyol dalam jumpa pers setelah pertemuan tertutup tersebut.

Dialah Gabriela Michetti, Wapres Argentina. Kecelakaan mobil memaksanya duduk di kursi roda sejak 1994. Tapi, itu sama sekali tak menyurutkan semangatnya untuk melanjutkan karir politik.



Kecerdasan, keteguhan memegang prinsip, dan kelincahan berpolitik akhirnya mengantarkan dia sebagai pendamping Presiden Mauricio Macri di pucuk pemerintahan Negeri Tango sejak 2015. Selama itu pula dia tak pernah menjadikan kondisi fisiknya sebagai penyandang disabilitas untuk “jualan” demi karir politik.

Perempuan 54 tahun tersebut bahkan tak pernah mengungkapkan secara detail tentang kecelakaan yang menimpanya saat dalam perjalanan ke Laprida, Argentina, itu. Dia tak ingin kondisi fisiknya memengaruhi padangan publik kepadanya.

Yang diketahui publik, kecelakaan itu mengakibatkan luka parah di bagian tulang ekor. Dia lumpuh dan harus menggunakan kursi roda.
“Jangan khawatir, saya akan bahagia meski duduk di kursi roda,” ujarnya tak lama setelah kecelakaan itu kepada ayahnya, Mario, seperti dikutip situs The Bubble.

Kunjungan ke Indonesia ini adalah kunjungan pertamanya. JK menuturkan, salah satu yang dibahas dalam pertemuan itu adalah urusan perdagangan. “Selama ini nilai perdagangan kita (Indonesia dengan Argentina, red) mencapai USD 2 miliar,” tutur JK.

Nah, dari nilai perdagangan tersebut, posisi Indonesia masih defisit. Untuk itu, pemerintah berupaya menggenjot ekspor perdagangan ke Argentina. Menurut JK, perdagangan Indonesia dengan Argentina masih defisit karena Indonesia banyak membeli hasil-hasil pertanian dari Argentina.

Dia berharap pertemuan tersebut bisa ditindaklanjuti dengan kerja sama perdagangan yang lebih baik bagi Indonesia. Salah satu yang ditawarkan Indonesia ke Argentina adalah pesawat terbang. Selain itu juga buah-buahan tropis.

Adapun Michetti mengungkapkan, sektor agroindustri dan industri pangan termasuk yang diminati para investor dari negaranya. “Kami juga punya pengalaman di bidang infrastruktur,” katanya.

Berdasar data yang dirilis badan statistik Argentina, INDEC, tahun lalu diketahui 1 dari 10 penduduk negeri penghasil banyak pesepak bola hebat itu mengalami kecacatan. Entah itu terkait dengan pendengaran, penglihatan, ataupun mobilitas seperti halnya Michetti. Sebagian penyebab kecacatan itu adalah kecelakaan fatal yang kerap terjadi di negeri di ujung selatan Benua Amerika tersebut.

Mungkin karena itu pula, Michetti tak pernah merasa kehilangan kepercayaan diri ketika harus berkursi roda. Perjalanan politik mengantarkannya bergabung dengan Commitment to Change Party yang dipimpin Macri pada 2003. Pada tahun yang sama pula, dia terpilih sebagai legislator Buenos Aires.

Namanya mulai dikenal setelah dia mendesak penyelidikan kebakaran di kelab malam Cromagnon yang menewaskan 194 orang. Diduga, ada kelalaian dalam kejadian tersebut. Gara-gara skandal itu, Wali Kota Buenos Aires Anibal Ibarra ditekan untuk mengundurkan diri.

Pada 2007, karir politiknya semakin melejit. Dia dan Macri berhasil mengalahkan kandidat Victory Front Party, Daniel Filmus dan Carlos Heller, dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota Buenos Aires. Michetti menjadi perempuan pertama yang terpilih sebagai wakil wali kota di Argentina.

Sejarah politik Argentina beberapa kali menyaksikan perempuan melaju ke posisi terhormat. Sebelum Michetti, Isabel Martinez de Peron lebih dulu menduduki jabatan presiden pada 1974–1976. Dan, sebelum Macri, negeri bekas jajahan Spanyol itu dipimpin Cristina Fernandez de Kirchner.

Setelah terpilih, dia memelopori berdirinya Commission for the Inclusion and Full Participation of Persons with Disabilities (COPIDIS) alias Komisi untuk Inklusi dan Partisipasi Penuh Orang dengan Disabilitas. Dua tahun menjabat wakil wali kota, Michetti mundur.

Ibu satu anak itu terpilih sebagai wakil Majelis Rendah di Kongres. Pada 2013 dia menjadi senator untuk Buenos Aires. Michetti adalah politikus yang konservatif. Penganut Katolik itu menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.

Dia menolak aborsi. Juga pernikahan sesama jenis. Dia juga mengawal agar hak-hak perempuan bisa terpenuhi. Tidak sekadar lewat ucapan. Tapi tindakan langsung dengan ikut aksi turun ke jalan.

Setelah gagal mencalonkan diri sebagai wali kota Buenos Aires pada 2015, Michetti akhirnya maju sebagai kandidat wakil presiden bersama dengan Macri. Mereka memenangi pemilu dan dilantik pada 10 Desember 2015.

Michetti sejatinya bukan satu-satunya petinggi negara yang berkebutuhan khusus. Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, misalnya, buta salah satu matanya karena mengalami luka saat menjadi tentara.

Presiden Ekuador Lenin Moreno juga duduk di kursi roda. Punggungnya ditembak dalam aksi perampokan 1998. Sejak itu dia lumpuh. Tapi, Michetti adalah perempuan difabel pertama yang bisa melaju ke jajaran pucuk pemerintahan.

Rabu (7/5) malam, sebagai rangkaian dari penyambutan atas kedatangannya, JK dan istri, Mufidah Jusuf Kalla, menjamu Michetti dalam santap malam. Hadir pula Duta Besar Argentina Ricardo Bocalandro dan istri, Maria Elena de Bocalandro. Juga, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir, serta Duta Besar Indonesia untuk Argentina Niniek Kun Naryatie.

Michetti terlihat sangat menyukai menu pembuka kembang pacar dan selada Menteng serta sup kakap Pallumara yang merupakan makanan khas Makassar. Selain menu tersebut, dihidangkan pula makanan lain seperti udang kenari dan ayam fillet Gandaria serta rendang paru. Michetti pun sangat menikmati berbagai hidangan itu.
“Makanan Indonesia kaya akan rempah,” pujinya.

Kelak, siapa tahu, Michetti akan kembali ke Indonesia dalam kapasitas yang berbeda. Pengalaman sebagai Wapres, juga warisan ’’trah politik’’ sebagai keponakan mantan Presiden Arturo Umberto Illia, akan terus mendorong karir Michetti. Ya, siapa tahu. Kecelakaan fatal saja tak mampu menghadang langkahnya. (*/c5/ttg)

Loading...