
batampos.co.id – Warga Batam, khususnya di Kecamatan Sungai Beduk kini memiliki lokasi wisata yang cukup unik. Pada momen bulan puasa ini, lokasi tebing yang dikenal dengan Bukit Kemuning ini banyak digunakan untuk aktivitas masyarakat ngabuburit.
Berlokasi di bekas tebing longsor yang terjadi pada Januari 2016 lalu, tepatnya di Kelurahan Mangsang, kawasan ini menyediakan pemandangan beberapa kawasan Batam. Bahkan gedung-gedung tinggi di daerah Batam Centre terlihat jelas dari tebing ini. Demikian juga dengan wilayah laut di bagian lain Kecamatan Sungai Beduk ini.
Meskipun tidak bisa menikmati momen matahari terbenam (sunset), karena posisi tebing ini menghadap arah Utara, akan tetapi sajian lain dalam hijaunya kawasan Sungai Beduk ini cukup memberikan kesan nyaman ketika berada di sini.
Belum lagi kenyamanan lain hadir dengan adanya fasilitas berupa kursi terbuat dari ban mobil bekas, yang tersusun di tebing sepanjang sekitar 100 meter ini. Memudahkan masyarakat yang datang untuk bersantai.
Tidak hanya itu, di lokasi ini juga tersedia beragam jajanan. Mulai dari makanan seperti Kerak Telur, Jagung Bakar, Sate, dan berbagai jajanan lainnya. Untuk minuman sendiri, pengunjung bisa menikmati berbagai minuman dingin, Es Teler, Es dawet, Es Krim, hingga Kopi tersedia di sini.
Untuk kebersihan sendiri, lokasi ini terbilang cukup bersih, karena di sini tersedia tong sampah yang cukup mudah diakses pengunjung. Tidak hanya itu, para pedagang yang ada di sini juga sama-sama menjaga kebersihan di masing-masing lokasi mereka mendirikan lapak.
Adi, 32, salah satu pedagang es di lokasi ini mengatakan, biasanya masyarakat memadati kawasan yang mulai diperbaiki pada awal 2017 lalu ini, pada setiap momen libur. Mereka memanfaatkan hari libur tersebut untuk sekedar menikmati pemandangan dari ketinggian ini.
Pada momen puasa ini, masyarakat yang hadir untuk ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka, diakuinya cukup ramai. Hal tersebut membuatnya dan pedagang lain yang biasanya berjualan pada hari libur saja, memilih untuk tetap menyediakan dagangan mereka setiap sorenya.
“Hari libur biasanya ramai, tapi sejak puasa ramai terus di sini,” kata Adi ketika ditemui saat tengah melayani pembeli.

Meskipun demikian, masyarakat yang datang khususnya mereka yang membawa anak ke lokasi ini harus benar-benar memperhatikan gerak anak-anak mereka. Selain berada di ketinggian, pagar pembatas di lokasi ini hanya terdiri atas tiang besi dan tali plastik. Cukup minim untuk menjamin keselamatan pengunjung.
Belum lagi, tiang dan tali yang dipasang tersebut benar-benar berada di bagian pinggir tebing. Sehingga ketika tali ini terputus atau lepas, maka langsung berhadapan dengan tebing ini. Terlebih untuk lokasi di bagian kiri tebing ketika kita menghadap ke depan tebing. (bbi)
