batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam kembali menunda pleno rekapitulasi yang harusnya digelar Jumat (10/5) sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketua KPU Batam, Syahrul Huda mengatakan penundaan ini dilakukan dengan alasan kemanusiaan. Karena anggota PPK Bengkong harus baru saja menyelesaikan pleno tingkat kecamatan pukul 11. WIB tadi.

“Mereka belum tidur. Jadi kami sepakat memberikan mereka waktu untuk beristirahat. Mereka minta pleno ditunda hingga pukul 21.00 WIB. Seluruh saksi yang hadir menyepakati hal ini,” jelasnya.


Mengenai pengambilan alih oleh KPU Provinsi Kepri, Syahrul mengungkapkan silahkan saja kalau memang harus diambil alih. Menurutnya semua upaya sudah dilakukan agar proses bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Kalau mau ambil alih silahkan. Kami juga tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan,” sebutnya.

Ia berharap nanti malam bisa menyelesaikan tiga kecamatan yaitu Bengkong, Seibeduk, Sekupang. Sedangkan untuk Sagulung dilihat dulu kondisinya.

“Ini saya mau ke Sagulung untuk mengecek sejauh mana prosesnya,” sebut dia.

Ketua Bawaslu Batam, Syailendra Reza mengatakan sebenarnya tidak ada masalah kalau provinsi mau mengambil alih, karena kondisinya Batam memang sudah melewati batas waktu. Kendati demikian pemilihan kali ini tidak segampang pemilu sebelumnya.

“Jadi saya rasa mereka harus berfikir ulang juga. Ada banyak formulir dan lainnya yang harus diselesaikan jika memang ingin mengambil alih,” sebutnya.

Reza berharap malam ini bisa menyelesaikan tiga kecamatan terlebih dahulu. Hal ini seiring dengan penundaan pleno yang dilakukan provinsi.

“Batam itu paling banyak pemilihnya, jadi kita tidak bisa samakan dengan daerah lain. Jadi tidak masalah yang lain sudah selesai. Masih ada waktu hingga tanggal 12 Mei nanti. Mudah-mudahan Batam bisa selesai besok dan pleno provinsi bisa tepat waktu,” harapnya. (yui)

Loading...