batampos.co.id – Pengelola kawasan industri bersyukur karena tidak ada lagi terjadi pemadaman listrik. Sehingga kegiatan operasional berjalan lancar dan mendorong Batam agar semakin kondusif lagi.
Government Relation and QHSE Manager Kawasan Industri Terpadu Kabil, Sonny Fuah mengatakan pasokan listrik yang sebelumnya banyak dikeluhkan sudah mulai lancar kembali.
“Sekarang lampu sudah tidak padam lagi. Situasi sekarang sudah aman,” ungkapnya, Kamis (9/5).
PLN Batam memang telah menyelesaikan perbaikan gangguan-gangguan pada mesin-mesin pembangkit listrik.
“PLN Batam telah menyelesaikan perbaikan gangguan-gangguan pada mesin pembangkit. Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa beberapa pembangkit milik IPP, PTLG Panaran dengan daya 40 MW dan PLTU Tanjungkasam dengan daya 55 MW mengalami kerusakan sehingga menyebabkan defisit daya,” kata Vice President Public Relation PLN Batam, Samsul Bahri, Kamis (9/5).
Ia memastikan bahwa kondisi listrik setelah 6 Mei sudah aman dan pasokan listrik ke pelanggan mulai normal.
“Perbaikan mesin gas turbin yang didatangkan dari Eropa sudah selesai dan malamnya sudah dapat menghasilkan daya maksimum,” katanya.
“Kami bersyukur bahwa semua pekerjaan perbaikan yang dilakukan mitra pembangkit dalam hal ini DEB dan Tanjung Kasam tepat waktu, sehingga komitmen kami ke pelanggan benar adanya tidak berbohong maupun meleset terkait perbaikan tersebut. Seperti yang dinyatakan oleh Dirut PLN Batam saat pertemuan dengan Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan para investor tempo hari”, jelas Samsul.
Hingga saat ini Daya Mampu pembangkit PLN Batam ± 483 MW dengan beban puncak Batam-Bintan ± 430-450 MW, sehingga masih ada cadangan daya ± 33 MW.
Jika ada terjadi padam di tempat pelanggan mohon pelanggan segera melaporkan ke Contact Centre 0778-123 karena pemadaman bisa terjadi karena gangguan distribusi gardu disekitar perumahan, kabel udara tegangan rendah, kabel tanah, bahkan di instalasi pelanggan sendiri. (leo)
