Sabtu, 4 April 2026

Satgas Pangan Tindak Tegas Pedagang Curang

Berita Terkait

Yuliana seorang warga saat memilih cabai di pasar Mega Legenda. F Cecep Mulyana/batampos.co.id

batampos.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Pangan akan menindak tegas pedagang nakal atau yang melakukan kecurangan, seperti menimbun barang sehingga mengakibatkan kelangkaan dan lonjakan harga.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Erlangga, mengatakan pemantauan harga pangan oleh Satgas Pangan dilakukan secara berkelanjutan. ”Kami terus memantau dan turun melihat harga bahan pangan saat Ramadan,” katanya, Kamis (9/5).

Ia mengatakan, apabila ada lonjakan harga, Satgas Pangan akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan terkait penyebab naiknya harga komoditas tersebut.

Namun, sejauh ini, lonjakan pasokan harga pangan di Kota Batam masih disebabkan tersendatnya pasokan dari daerah asal.

”Kami belum menemukan adanya pelanggaran seperti penimbunan. Tapi kalau ada pelanggaran, siapapun dia baik pedagang atau distributor akan kami lakukan penindakan tegas,” tuturnya.

Pengawasan harga pangan saat Ramadan ini, kata Erlangga, tidak hanya dari kepolisian. Tapi juga melibatkan dari instansi lainnya terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam. Erlangga melanjutkan, pengawasan dilakukan bersama-sama ini, diyakini mengoptimalkan pemantauan harga pangan.

”Beberapa waktu lalu kami bersama Kemendag (Kementrian Perdagangan) melakukan pengecekan langsung, demi memastikan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok,” ucapnya.

Dari hasil pengecekan tersebut, didapati beberapa harga pangan masih stabil. Beberapa item bahan pokok cukup tersedia selama Ramadan. Meskipun tak dipungkiri, ada beberapa komoditas yang lebih tinggi harganya.

”Setiap adanya laporan lonjakan, kami pasti akan melakukan pemantauan langsung ke lapangan,” ungkapnya.

Harga Ayam Terus Melambung

Harga ayam segar di sejumlah pasar Batam terus melambung. Pantauan di pasar Mega Legenda, Batam Center, harga ayam segar yang diambil dari peternak Barelang dijual Rp 44 ribu.

”Saya sempat kaget harganya naik dratis,” ujar Kamal, warga Legenda Malaka, Kamis (9/5).

Dia mengatakan, dua hari sebelumnya membeli ayam Rp 40 ribu. Namun, kemarin harga ayam sudah naik lagi. ”Mau hemat tapi enggak bisa, apa-apa sudah mahal,” katanya.Hal yang sama juga terjadi di Pasar Bengkong Seken, harga ayam dijual Rp 44 ribu.

Sulis, seorang penjual ayam potong di pasar tersebut mengaku harga ayam sudah naik dari dua minggu sebelum Ramadan. ”Sudah lama naik. Cuma bertahap enggak lang­sung drastis,” katanya.

Ia sendiri mengaku tidak tahu pasti penyebab kenaikan tersebut. Namun, ia menduga karena momen Ramadan. ”Pasokannya normal. Mungkin karena Ramadan, karena memang setiap Ramadan harga ayam pasti naik,” katanya.

Budi, warga Bengkong, me-ngatakan, kenaikan komoditas tersebut menambah beban masyarakat. Ia berharap pemerintah bisa turun ke pasar untuk mengecek penyebab tingginya harga ayam tersebut.

”Siapa tahu ada permainan antara pedagang dan peternak,” tutupnya.

Pasar Murah Digelar Pertengahan Ramadan

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam akan kembali menggelar rapat dengan distributor pangan terkait rencana pelaksanaan tambahan pasar murah pada pertenga-han Ramadan ini. ”Camat dan lurah dilibatkan, (rapat) terkait kesiapan (tempat maupun waktu),” kata Kepala Bagian Perekonomian Pemko Batam Zurniati, Kamis (9/5).

Ia mengatakan, pada rapat koordinasi beberapa waktu lalu, Wali Kota Batam yang juga Ketua TPID Batam Muhammad Rudi menginginkan minimal dua hari pasar murah digelar pada pertengahan Ramadan. ”Dari tanggal 15 sampai 20, pada tanggal-tanggal ini nanti,” terangnya.

Komoditas yang berkaitan dengan aktivitas seperti pembuatan kue jelang Lebaran akan ditambah, tanpa mengurangi komoditas lain.
”Kalau pertengahan Ramadan butuh, tepung, gula, mentega, minyak goreng. Ini yang kami akan perbanyak.

Distributor sangat menyambut baik sekali dan bersedia ikut gabung. Bulog juga,” paparnya.(fiska juanda/adiansyah/yulianti)

Update