F. AULIA RAHMAN/BATAM POS
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti meninjau pembangkit listrik PLN di Pulau Midai, Natuna, beberapa waktu lalu.

batampos.co.id – Pasokan listrik PLN Ranai beberapa hari belakangan sering terjadi pemadaman tidak terjadwal. Sehari bisa terjadi tiga kali pemadaman dengan durasi hingga satu jam.

Manajer PLN Ranai Dwi Ristiono menjelaskan, pemadaman tidak terjadwal tersebut disebabkan terjadinya gangguan pada jaringan. Gangguan eksternal ini menyebabkan secara proteksi melepas sistem sebagai pengamanan mesin dari gangguan.

”Misalnya gangguan jaringan disebabkan pelepah kelapa tersangkut di jaringan listrik. Maka relay proteksi akan melepas sistim sebagai pengaman mesin dari gangguan,” jelasnya, Kamis (9/5/2019).

Ristiono menambahkan, proteksi sistem jaringan tersebut dipasang agar mesin PLN tetap aman dari gangguan eksternal. Karena jika beban jaringan yang terganggu dan lepas otomatis maka pihaknya masih dapat melakukan inspeksi mencari titik gangguan.

Tapi jika mesin yang rusak, akibatnya akan berdampak pada kurang daya PLTD.

”Seperti pemadaman sekarang, itu akibat gangguan. Tim teknik sudah ke lapangan untuk inspeksi jaringan,” ujarnya.

Ristiono mengatakan, saat ini daya listrik PLN masih surplus 3.500 kilowatt, pada saat kondisi beban puncaknya sebesar 6.700 kilowatt.

Saat ini suplai daya diproduksi dari dua PLTD, termasuk dari PLTD Pian Tengah. Sejak insiden mesin rekanan PLN milik PT Bima Golden Powe-rindo terbakar, saat ini BGP masih menyuplai daya seadanya untuk sebagian beban wilayah Ranai. Sisanya dilayani dari PLTD Pian Tengah.

”Jika express feeder merupakan jaringan baru dari PLTD Ranai ke PLTD Pian Tengah (Selat Lampa, red) selesai, maka aliran daya dimaksimalkan dari PLTD Selat Lampa,” ujarnya. (arn)