batampos.co.id – Pemberlakuan kenaikan tarif ojek online (ojol) yang berpedoman pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019, ditegaskan salah satu District Head Go Jek Batam, David, belum diberlakukan di Batam, Jumat (10/5/2019) pagi.

“Untuk saat ini kami mengikuti arahan dari Kemenhub terkait ujicoba pemberlakuan tarif baru ojol di lima kota yakni di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar. Kelima kota itulah yang disarankan Kemenhub untuk tempat ujicoba kenaikan tarif ojol,” ujarnya.

Loading...

Untuk di Sumatera secara keseluruhan sendiri, lanjut David masih menggunakan tarif ojol yang lama, belum ada kenaikan tarif, termasuk di Batam.

“Tarif Go Jek di Kepri, khususnya Batam masih bersahabat, menggunakan tarif lama dan tak ada kenaikan tarif,” tegasnya.

Sementara Chief of Corporate Affairs Go Jek pusat, Nila Marita melalui rilis yang dikirimkan menegaskan, sesuai dengan diskusi Kemenhub, Go Jek melakukan uji coba tarif untuk Go Ride di lima kota sesuai dengan pedoman tarif Kemenhub Nomor 348 Tahun 2019.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi selama tiga hari pertama pemberlakuan tarif ujicoba di lima kota besar tersebut, pihak Go Jek melihat adanya penurunan permintaan (order) Go-Ride yang cukup signifikan. Sehingga berdampak pada penghasilan mitra driver Go Jek.

Seorang pengengendara ojek online Go-Jek sedang mengangkut penumpang di kawasan Batamcenter,
. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Namun demikian, dengan semangat dan komitmen mendukung keberhasilan dan optimalisasi Kepmenhub Nomor 348 Tahun 2019, Go-Jek akan terus melanjutkan penggunaan tarif uji coba layanan Go-Ride.

Dalam penerapan tarif uji coba ini, berbagai program promosi seperti misalnya diskon tarif harus dilakukan untuk menjaga tingkat pemintaan konsumen. Hal tersebut dinilai Go Jek baik untuk jangka pendek, namun tidak baik untuk keberlangsungan usaha secara jangka menengah dan panjang.

Subsidi berlebihan untuk promosi diskon tarif memberikan kesan harga murah, namun hal ini semu karena menurut Nila, promosi tidak dapat berlaku permanen.

Dalam jangka panjang, subsidi berlebihan akan mengancam keberlangsungan industri, menciptakan monopoli dan menurunkan kualitas layanan dari industri itu sendiri.

Ancaman terhadap keberlangsungan industri dapat mengakibatkan hilangnya peluang pendapatan bagi para mitra rider ojol yang tentunya sangat ingin dihindari Go Jek.

Pihaknya ingin menjaga keberlangsungan industri ini, agar mitra driver ojol terus mendapatkan sumber penghasilan yang berkelanjutan, serta para konsumen terus dapat menikmati layanan aman, nyaman dan berkualitas.

“Kami akan terus laporkan perkembangan terkait uji coba tarif kepada pemerintah untuk dapat saling memberikan dan menerima masukkan. Kami berharap dapat bersama-sama menciptakan industri yang sehat, sehingga dapat terus mempermudah hidup konsumen serta menjaga pendapatan dan kesejahteraan driver yang berkesinambungan,” ujar Nila dalam rilisnya.

Mitra pengemudi Go-Jek sendiri di Batam yang aktif jumlahnya diperkirakan mencapai di atas 5 ribuan orang. (gas)

Loading...