Jumat, 3 April 2026

Warga Batam Kesulitan untuk Mudik

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Mahalnya harga tiket pesawat membuat sejumlah warga Batam terpaksa harus menyimpan kembali keinginan mereka untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Mereka mengaku batal mudik karena tak sanggup membeli tiket pesawat yang harganya terus melambung.

Firmansyah, salah satunya. Warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini mengatakan sebelumnya ia berencana mudik ke kampungnya pada libur Lebaran tahun ini. Namun rencana tersebut sepertinya harus ia urungkan karena mahalnya harga tiket pesawat.

“Enggak pulang tahun ini. Nggak kuat beli tiket,” kata Firmansyah yang tinggal di Tanjungpiayu, Seibeduk, Batam, Selasa (7/5/2019) lalu.

Pria yang akrab disapa Firman ini mengatakan, terakhir kali ia mengecek harga tiket pesawat rute Batam-Lombok mencapai Rp 2,5 juta untuk sekali terbang. Atau sekitar Rp 5 juta untuk pergi pulang Batam-Lombok-Batam. Padahal, biasanya harga tiket pesawat Batam-Lombok hanya Rp 1,5 juta saja.

“Dulu, dengan Rp 1,5 juta sudah bisa pulang,” katanya.

Hal senada dikatakan Riki. Warga asal Aceh ini mengaku rencananya mudik pada Lebaran nanti juga nyaris gagal karena mahalnya harga tiket pesawat dari Batam ke Aceh.

Beruntung Riki memiliki alternatif moda transportasi. Gagal pulang kampung dengan naik pesawat, Riki berencana mudik dengan kapal Pelni dari Batam ke Belawan, Sumatera Utara.
Dari Belawan, ia akan melanjutkan perjalanan darat dengan menggunakan bus antar provinsi menuju kampung halamannya di Aceh.

“Mau tak mau harus pakai kapal laut. Tiket pesawat harganya mahal, sekitar Rp 2 jutaan. Uangnya tak cukup,” ujarnya.

Sementara Masrizal juga mengaku akan mudik ke Padang, Sumatera Barat, melalui jalur laut. Sebab menurut dia, harga tiket pesawat Batam-Padang dinilai terlalu mahal.

“Biasanya ke Padang hanya Rp 600 ribu sekarang sudah Rp 1,1 juta. Jadi saya pulang pakai kapal saja,” kata dia usai memesan tiket di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Batam, Selasa (7/5).

Untuk tiket tujuan Dumai ia mengeluarkan biaya Rp 350 ribu. Biaya ini jauh lebih murah bila dibandingkan harga tiket pesawat.

“Nanti nyambung pakai travel ke padang. Tidak apa-apa agak lama yang penting bisa hemat dan bisa Lebaran di kampung bersama orangtua,” bebernya.

Warga Batam yang ingin mudik ke kampung halaman memiliki altrenatif moda transportasi selain pesawat terbang, yakni kapal Pelni dan kapal feri atau kapal Roro. Calon pemudik sudah bisa memesan tiket kapal mulai dari sekarang.

Ketua DPC INSA Batam, Asmadi, mengatakan kenaikan harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar memang memberikan dampak yang cukup baik bagi angkutan laut. Ia menjelaskan, jumlah penumpang kapal rata-rata naik sekitar 20 persen.

“Tiket sudah bisa dipesan. Sudah banyak juga yang menanyakan informasi tiket tersebut,” kata Asmadi, Selasa (7/5/2019) lalu.

Asmadi mengungkapkan, pergerakan pemesanan tiket ini baru bisa terlihat di minggu kedua bulan puasa atau dua minggu jelang Lebaran. Menurutnya, pemudik tentu harus memastikan dulu cuti dan kerjaan mereka.

“Bisa jadi mereka masih menunggu THR dulu baru pesan tiket. Melihat keadaan saat ini sepertinya akan ada lonjakan penumpang,” sebutnya.

Kapal Dumai Express 16 melintas dekat Pulau Bulan, Batam. F Dalil Harahap/Batam Pos

Ia menyebutkan, kapal tujuan Dumai menjadi paling favorit saat mudik Lebaran. Sebab dari sana mereka bisa melanjutkan perjalanan melalui darat seperti ke Padang dan Medan.

“Kalau ke Medan kan ada Pelni. Tapi kalau tidak kebagian tiket, mereka biasanya pulang melalui Dumai juga,” ucapnya.

Menyambut mudik Lebaran nanti, juga ada tambahan armada cadangan yang disiapkan operator kapal. Informasi terbaru, nanti ada kapal baru selain armada yang sudah ada.

“Dumai itu paling banyak. Jadi pemudik yang ingin pulang menggunakan kapal laut boleh pesan sekarang,” imbaunya.

Meski momen Lebaran, Asmadi memastikan harga tiket kapal tidak naik. Untuk tujuan Dumai dijual Rp 350 ribu sekali jalan. Asmadi menambahkan sudah tiga tahun belakangan harga tiket tidak ada kenaikan.

“Tiket masih sama. Mudah-mudahan banyak yang naik kapal mudik kali ini. Karena pemesanan tiket pesawat juga masih sepi informasinya,” ujarnya.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Manager Operasional PT Pelni Batam, Dicky Demawandi, menyebutkan untuk tiket mudik H-7 sudah terjual hampir 80 persen. Pemesanan tiket sudah mulai ramai sejak dibuka awal bulan lalu.

“Pemudik silakan pesan sekarang biar tidak kehabisan,” imbaunya.

Untuk ketersedian tiket mudik untuk saat ini masih banyak. Kendati demikian demi menghindari antrean tiket boleh dipesan dari sekarang.

“Harga sama dan tidak ada kenaikan. Dampak mahalnya tiket pesawat memang cukup berpengaruh terhadap angkutan kapal laut,” imbuhnya.

Bukan Beban Kemenhub

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan, soal tarif bukanlah urusan Kementerian Perhubungan. Kementerian tersebut hanya menetapkan tarif batas atas dan bawah serta mengontrol keselamatan penerbangan.

”Maskapai milih harga berapa itu rapat sendiri. Kalau swasta rapat antar dewan direksi, kalau pemerintah ya melibatkan Kementerian BUMN,” ujar, Djoko, Kamis (9/5).

Djoko mengungkapkan bahwa beban Kementerian Perhubungan jangan ditambah. Apalagi menjelang masa angkutan Lebaran, kementerian yang dipimpin Budi Karya Sumadi itu memiliki kwajiban untuk mengontrol kelayakan moda transportasi.

”Jangan semua dibebankan ke Kemenhub,” ujarnya.

Dengan harga tiket pesawat yang melambung, Djoko berharap agar pemerintah mengupayakan transportasi lain.

Dia memprediksi penumpang pesawat akan lebih sedikit. Diprediksi tahun ini hanya 1,4 juta orang pemudik. Sedangkan terbanyak adalah menggunakan bus dan angkutan pribadi. Pengguna bus diprediksi akan mencapai 4,5 juta dan mobil pribadi sebesar 4,3 juta pemudik.

”Kalau di Jawa ada Tol Trans Jawa, sedangkan di luar Jawa harus disiapkan kapal cepat,” tuturnya.

Salah satu layanan kapal saat musim angkutan Lebaran dilakukan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni. Perusahaan tersebut memprediksi akan terjadi kenaikan penumpang sebesar 3,5 persen dibanding realisasi tahun lalu. 2018 jumlah penumpang Pelni mencapai 604.202, tahun ini diprediksi menjadi 625.599 penumpang.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni, Yahya Kuncoro, mengatakan dalam empat bulan terakhir, penumpang Pelni meningkat dari 852.255 menjadi 1.172.143 pelanggan atau naik rata-rata 38 persen per bulan.

”Pelni belum dapat menambah armada, namun akan berusaha meningkatkan frekuensi dengan menambah pelayaran di beberapa ruas prioritas di daerah kantong-kantong penumpang selama Lebaran,” katanya, kemarin.

Dalam Angkutan Lebaran kali ini, Pelni membagi menjadi tiga wilayah pelayanan. Yakni wilayah barat, tengah, dan timur. Pada Lebaran tahun ini, Pelni menyiapkan 26 kapal trayek nusantara dengan 83 pelabuhan singgah melayani 1.239 ruas dengan total kapasitas angkut 33.608 pax atau seat per hari. Pelni juga melayani 46 kapal trayek perintis menyinggahi 305 pelabuhan, 4.620 ruas dengan kapasitas 13.961 pax per hari.

”Pelni menyiapkan 26 kapal trayek Nusantara dan 46 kapal trayek perintis yang terkonektivitas secara tersistem,” kata Yahya.

Sementara itu di sektor perhubungan darat, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan puncak arus mudik diprediksi jatuh pada hari Jumat tgl 31 Mei atau H-5. Sedangkan puncak arus balik diprediksi akan jatuh pada Minggu, 9 Juni atau H+3. Dia memprediksi mobil pribadi akan lewat tol trans Jawa. (une/yui/lyn)

Update