
batampos.co.id – Hujan deras yang mengguyur Batuaji menyebabkan 13 rumah liar (ruli) Tembesi Pandan Aran, Kelurahan Kibing, Sabtu (11/5), kebanjiran. Bahkan ada beberapa rumah di antaranya yang sudah terendam banjir sejak 26 April lalu.
Ketua RT 03/RW 01 Ahmad Sudarmo mengatakan, warga di sana sudah tidak nyaman sejak 2017 lalu. Ini karena ada gorong-gorong di sana yang tak kunjung diperbaiki. Kemudian ada pembangun jalan di sekitar ruli tersebut sehingga aliran air tidak lancar.
“Sebelum itu tidak ada banjir, namun sejak pembangunan jalan, barulah terjadi hal seperti ini,” kata Ahmad
Ia mengatakan, sejak terjadi banjir, warga di sana tidak mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Batam. Bahkan, warga sudah merasa Pemko Batam tidak akan memperhatikan nasib mereka.
Warga lainnya, Mulyadi, 60, menyayangkan sikap Pemko Batam yang seakan tidak mau perduli dengan nasib mereka. Sebagian warga hanya bisa tidur di tenda yang dibangun pemerintah pusat.
“Banjir ini ada karena gorong-gorong jembol lalu tersumbat.Sudah lama sejak 2017 lalu. Namun, tanggal 26 April lalu cukup parah dan tinggi. Barulah itu pemerintah melalui Kemensos langsung datang dirikan tenda,” katanya.
Ia meminta agar pemerintah bisa menyiapkan dapur umum sesuai dengan janji yang sudah pernah disampaikan dinas sosial.
“Kami hanya dijanjikan dapur umum, tapi udah seminggu lebih gak ada tanggapan apapun,” lanjutnya.
Lurah Kibing Erwin saat berada di lokasi mengatakan, kondisi banjir ini sudah ketiga kalinya, puncaknya pada 26 April lalu dan kemarin. Penyebabnya adalah gorong-gorong yang sempit akibat pembangunan jalan.
“Kondisi ini sudah terjadi ketiga kalinya. Ini karena pengerjaan jalan yang lebih tinggi ketimbang pemukiman warga. Gorong-gorong juga sangat sempit. Jadi, banjir selalu datang ketika hujan deras,” ujarnya.
Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air serta Kecamatan Batuaji untuk pengerjaan ataupun perbaikan saluran drainase agar banjir tersebut bisa surut.
“Saya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dan kecamatan, sebab kondisi warga di sini sangat memprihatinkan. Warga saat ini memang perlu diperhatikan dan perlu bantuan dari pihak lain,” tutupnya. (cr1)
