Kepala bagian Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra‎ membenarkan, pihaknya telah mencekal Kivlan Zen. (istimewa)

batampos.co.id – Polisi cekal Kivlan Zein bepergian ke luar negeri.

Kepala bagian Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra‎ membenarkan, pihaknya telah menerbitkan surat panggilan terhadap mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen.

Surat pemanggilan itu diserahkan oleh Penyidik Mabes Polri saat Kivlan Zen berada di Bandara Soekarno Hatta saat hendak terbang ke Brunei Darussalam.


“Diberikan surat panggilan oleh Penyidik Ditipidum Bareskrim Mabes Polri di Bandara Soetta,” ujar Asep saat dikonfirmasi, Jumat (10/5/2019).

Asep menuturkan, Kivlan Zen telah dicekal. Sehingga diberikanlah surat tersebut. Saat itu Kivlan hendak ke Brunei Darussalam melalui Batam.

“Dicegah ke luar negeri. Beliau mau ke Brunei ‎lewat Batam. Sudah melalui imgrasi juga sudah disampaikan,” katanya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono juga membenarkan surat panggilan yang diberikan oleh pihak kepolisian, karena Kivlan Zen telah dicekal untuk berpegian ke luar negeri.

“Dia dicekal kok (dicekal ke luar negeri),‎” kata Argo.

Dijelaskan Argo, pihak kepolisian sudah melakukan prosedur yang ada. Karena itu surat pencekalan telah dikirim ke pihak imigrasi.

“Ya sudah dikirimkan ke imigrasi,” singkatnya.

Dijelaskan Argo, surat yang diberikan ke Kivlan Zen juga sekaligus surat pemanggilan yang rencananya dilakukan pada Senin ‎(13/5) mendatang di Mabes Polri. Itu terkait pemeriksaan terhadap laporan dugaan makar dan berita bohong yang ditujukan ke Kivlan Zen.

“Pemanggilan akan dilakukan nanti di hari Senin,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kivlan Zen dilaporkan ke ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran berita bohong dan makar. Adapun laporan terhadap Kivlan tersebut diterima oleh polisi dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019. Kivlan diketahui dilaporkan oleh seseorang bernama Jalaludin.

Dalam laporan tersebut, Kivlan dilaporkan atas Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoax dengan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 14 dan atau pasal 15 serta terhadap Keamanan Negara atau Makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 107 jo asal 110 jo pasal 87 dan atau pasal 163 bis jo pasal 107. (jpc)

Loading...