Jumat, 3 April 2026

Hindari Kontak Makanan dengan Kresek Hitam dan Kertas Koran

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri menguji beberapa contoh makanan yang dijual di berbagai bazar Ramadan di Kota Batam. Hasil pengawasan di tiga titik, BPOM belum menemukan bahan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irawan mengatakan, di antara bahan berbahaya adalah formalin, boraks, dan pewarna pakaian. Hal ini bisa dilihat dari 105 jenis makanan dan minuman yang dijual di bazar Ramadan, seperti jajanan pasar, minuman, aneka gorengan, ikan, ayam, dan lainnya yang diambel sampel, belum didapati adanya bahan kimia berbahaya.

”Kami tak menemukan makanan dan minuman yang tercemar bahan kimia. Begitu juga makanan yang dialas kantong kresek hitam dan kertas koran. Yang jelas kedua bahan itu juga berbahaya,” ujar Yosef.

Selain pengawasan terhadap makanan berbahan kimia, pihaknya juga memperhatikan cemaran fisik dan biologi. Secara fisik, makanan dan minuman yang tercemar misalnya terdapat rambut atau partikel kerikil. Sedangkan secara biologi, tentang kehigenisan makanan dan minuman, yang bersih, bebas dari debu, kebersihan penjual, lalat dan sebagainya.

”Kalau secara biologi, hampir seluruh makanan yang dijual di bazar tercemar. Karena rata-rata dijual dalam keadaan terbuka dan dipinggir jalan,” terangnya.

Menurut dia, dampak dari makanan dan minuman tercemar biologi dirasakan berbeda bagi setiap orangnya. Tergantung daya tahan tubuh seseorang.

”Potensi dan risiko tercemar secara biologi ini variatif, tergantung orangnya. Berbeda kalau kimia, yang dampaknya untuk jangka panjang,” imbuh Yosef.

Karena itu, ia mengimbau pelaku usaha agar bisa menjaga kebersihan dan kesehatan makanan. Begitu juga dengan masyarakat yang akan mengkonsumsi untuk cerdas memilih makanan yang sehat dan bersih.

”Pengawasan di beberapa titik itu juga untuk mengedukasi masyarakat terhadap barang-barang ilegal dan tak berizin lainnya, seperti kosmetik,” pungkas Yosef. (*)

Update