
batampos.co.id – Republik Tatarstan berencana akan berinvestasi di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau di bidang industri halal.
Hal ini disampaikan Deputi Perdana Menteri/Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Tatarstan, Albert Karimov, dalam acara Indonesian-Russian Business Forum di Kazan, Rusia, Kamis (25/4/2019) lalu.
“Ini untuk mengembangkan hubungan Indonesia dan Rusia, khususnya Tatarstan terutama di sektor industri halal,” ujar Karimov, saat itu.
Dubes RI untuk Rusia, M Wahid Supriyadi, mengatakan
potensi bisnis untuk industri halal di Indonesia cukup menjanjikan.
“Melalui forum ini diharapkan dapat terjalin kontak yang nantinya diharapkan ada kontrak di antara pengusaha yang hadir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady, dalam forum tersebut mengemukakan tentang potensi investasi di Batam.
“Batam memiliki potensi sebagai daerah untuk manufakturing serta jasa-jasa lainnya seperti keuangan, kesehatan, pendidikan, logistik dan pariwisata,” katanya.
Selain itu kata Edy, keberadaan Kota Batam sebagai daerah kawasan perdagangan bebas dan kawasan ekonomi khusus, serta potensi pasar di Indonesia dengan jumlah penduduk muslim mencapai Rp 260 juta.
“Sehingga produk halal serta berbagai fashion muslim juga dapat menjadi pasar tersendiri di Indonesia.,” paparnya.
Edy mengatakan, hasil yang dicapai dari promosi BP Batam ke Rusia adalah Dubes Indonesia di Rusia akan membawa delegasi bisnis untuk melakukan investasi di Batam pada tahun ini juga.
“Dengan beberapa potensi usaha terutama yang berkaitan dengan manufaktur dan sektor jasa yang ditawarkan BP Batam,” ucapnya.
Indonesian-Russian Business Forum merupakan rangkaian kegiatan dari 11th Kazan Summit di Kazan yang berlangsung pada 24-26 April kemarin. Indonesia juga mengikuti Russia Halal Expo dengan membuka paviliun Indonesia pada tanggal 24-25 April dan business gathering pada 26 April.
Sebelum ke Rusia, Kepala BP juga berkunjung ke Xiamen di Provinsi Fujian, Tiongkok pada tanggal 20-23 April. Edy mendapat undangan dari Universtas Jimei untuk melihat perkembangan serta menjajaki kerja sama di sektor perikanan, navigasi transportasi dan logistik.
“Jimei University adalah universtasi negeri yang memiliki reputasi yang sangat baik. Jimei ini tertarik untuk membuka centre of excellence di bidang kemaritiman dan perikanan di Batam,” paparnya.
Selanjutnya, pada 22 April 2019, Edy bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun.
“Adapun yang menjadi pembahasan adalah membahas dua isu pokok, yaitu peningkatan eskpor Indonesia ke Tiongkok dan peningkatan investasi Tiongkok di Batam,” ujarnya.
Hasil dari kunjungan ini adalah sejumlah pengusaha Tiongkok akan berinvestasi di Batam. Djauhari akan mengundang investor potensial untuk berkunjung pada Mei atau Juni mendatang.
“Akan diupayakan direct call dari Batam ke Tiongkok melalui perusahaan pelayaran Tiongkok, Cosco,” tutupnya.(leo)
