Jumat, 3 April 2026

Kue Jungkong, Lembut, Dingin di Mulut

Berita Terkait

Kue jungkong
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat berburu makanan tradisional yang mulai langka dijual di pasaran. Sebab, saat sejumlah pelaku usaha berlomba-lomba menawarkan makanan yang jarang ditemui sehari-harinya.

Seperti Kue Jungkong makanan khas Bangka Belitung misalnya. Makanan bertekstur lembut dan rasa manis ini bisa membuat pencicipnya bernostagia dengan masa kecil.

Ciri khas dari kue jongkong memiliki tiga lapisan warna yang sangat khas yaitu bagian paling bawah berwarna coklat gelap, dibagian tengah hijau pandan dan bagian paling atas berwarna putih. Ke khasan yang dimiliki membuat sebagian orang susah melupakan kue tradisional yang satu ini.

Satu lagi yang menjadi ciri khas kue jungkong yang asli adalah menggunakan bahan pewarna alami bukan pewarna buatan, dan tentu saja tidak menggunakan bahan pengawet. Warna hitam yang ada pada lapisan terbawah menggunakan gula merah yang dihaluskan, warna hijau berasal dari pandan sekaligus sebagai pengharum aroma, sedangkan bagian warna putih adalah perpaduan antara tepung dan santan.

Nah, kue Jungkong ini biasanya ada di bazar-bazar Ramadan. Seperti di Bazar Worderfood Ramadhan (BWR) yang digelar Pemko Batam di Dataran Madani, Jalan Haji Fisabillah, Batamcenter.

Wati, penjual kue Jungkong mengaku kue ini cukup laris. Apalagi untuk menikmatinya, tak cukup hanya dengan satu kue jungkong.

“Alhamdulillah banyak yang suka. Karena memang yang jualnya tak banyak,” ujarnya.

Menurut dia, kue Jungkong ini dijual dengan harga yang varitif dan ramah di kantong. Untuk gelas kecil misalnya, kue Jungkong di jual Rp 2500, sedangkan yang ukuran besar Rp 6000.

“Kalau yang kecil Rp 5000 dua. Biasanya orang beli lebih dari satu karena rasanya yang memang enak,” pungkas Wati. (she)

Update